SportlinkNews - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) membuka babak baru dalam regulasi pertandingan setelah hampir dua dekade terakhir menggunakan format skoring 3×21.
BWF akan meminta persetujuan anggota pada Rapat Umum Tahunan (AGM) yang dijadwalkan 25 April 2026 di Horsens, Denmark, untuk penerapan sistem skor baru 3×15 sebagai format resmi.
Langkah ini bukan keputusan instan. Dewan BWF telah melakukan pengkajian bertahun-tahun sebelum akhirnya menyepakati usulan tersebut untuk dibawa ke forum tertinggi organisasi.
Baca Juga: Nova Tinggalkan Catatan Penting, U-17 Diminta Perkuat Mental Sebelum ke Arab Saudi
Serangkaian uji statistik, simulasi di turnamen nasional dan level Grade 3, hingga implementasi pada Kejuaraan Dunia Junior 2025 menjadi bagian dari proses penilaian.
Dalam rapat Dewan pada 8 November 2025, format tiga gim hingga 15 poin, dengan kemungkinan setting sampai 21, dinilai sebagai kompromi terbaik.
BWF melihat keseimbangan antara intensitas pertandingan, aspek keadilan kompetitif, perlindungan fisik atlet, serta kebutuhan penyelenggara dan pemegang hak siar.
Baca Juga: Joan Mir Khawatir Bursa Transfer Pembalap MotoGP Bikin Pembalap Menyesal
Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menegaskan perubahan ini merupakan respons terhadap dinamika industri hiburan global yang bergerak cepat.
Ia menilai pembaruan sistem skor penting agar bulu tangkis tetap relevan dan menarik bagi generasi penonton saat ini.
"Dari kajian internal federasi, pola 3×15 menghadirkan ritme laga yang lebih ringkas dan mudah diprediksi dari sisi durasi," katanya.
Baca Juga: Klarifikasi Striker Muda AC Milan Francesco Camarda Usai Heboh Rumor Gabung Inter Milan
Hal tersebut dinilai memudahkan penjadwalan turnamen sekaligus memberi kepastian bagi penyiar. Di sisi teknis, pemain disebut akan lebih cepat memasuki fase poin krusial sehingga tensi pertandingan meningkat sejak awal.
BWF juga menyoroti aspek kebugaran. Pengurangan jumlah poin diyakini dapat menekan beban fisik, meminimalkan risiko cedera, serta membantu memperpanjang usia karier atlet.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pemain, tetapi juga perangkat pertandingan yang menghadapi tingkat kelelahan lebih rendah.
Baca Juga: Nova Arianto Dampingi John Herdman di Timnas Indonesia
Apabila disetujui dalam AGM mendatang, sistem 3×15 akan menjadi perubahan signifikan dalam wajah kompetisi bulu tangkis modern.
Artikel Terkait
BWF Kembali Uji Coba Aturan Time Clock 25 Detik di Indonesia Masters 2026
Indonesia Kembalikan Hak Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior 2026 ke BWF
Satu Langkah Menuju Gelar, Alwi Farhan Tembus Final BWF Super 500 Pertama
Ubed Geser Alwi Jadi Juara Termuda BWF World Tour
BWF Rombak World Tour, Super 1000 Jadi Lima Turnamen