SportlinkNews - Sektor tunggal putra Indonesia mulai memanaskan mesin jelang Kejuaraan Asia.
Tiga nama disiapkan untuk bertarung, yakni Alwi Farhan, Mohammad Ubaidillah (Ubed), dan Jonatan Christie, dengan membawa modal hasil cukup menjanjikan dari tur Eropa.
Pelatih tunggal putra, Indra Wijaya, menilai grafik performa anak asuhnya, khususnya Alwi, menunjukkan tren positif. Penampilan di All England dan Swiss menjadi tolok ukur kesiapan menuju level Asia yang dikenal lebih kompetitif.
Baca Juga: Final Four Proliga 2026 Memanas, Delapan Tim Siap Saling Jegal
"Performa Alwi di Eropa patut diapresiasi. Di Swiss dia bisa mengalahkan Li Shi Feng, itu pencapaian yang sangat berarti," kata Indra di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Tak hanya itu, keberhasilan menembus perempat final All England juga memperlihatkan konsistensi yang mulai terbentuk. Hal ini menjadi sinyal positif menghadapi persaingan ketat di Kejuaraan Asia.
Di sisi lain, Ubed masih dalam proses peningkatan. Meski tampil cukup baik di Swiss, ia harus mengakui keunggulan lawan setelah pertarungan sengit di babak awal.
Baca Juga: Arsenal Bersiap Pecahkan Rekor yang Bertahan Sepanjang 139 Tahun
"Permainannya sebenarnya sudah bagus, tapi dari sisi pengalaman dan jam terbang masih perlu ditingkatkan. Kesalahan sendiri juga harus diminimalkan," ungkap Indra lagi.
Pada ajang Kejuaraan Asia nanti, Ubed akan memulai perjuangan dari babak kualifikasi. Target awal pun dibuat realistis.
"Yang penting lolos kualifikasi dulu. Kalau sudah masuk babak utama dan bisa ke perempat final, peluang medali terbuka," ucapnya.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Perempat Final Piala FA, Duel Manchester City Vs Liverpool Jadi Tontonan Wajib
Indra juga menyoroti ketatnya persaingan di kawasan Asia yang kini semakin merata. Negara-negara seperti Jepang, Malaysia, hingga Singapura disebut memiliki kekuatan yang seimbang.
"Sekarang persaingan hampir rata. Tidak ada yang benar-benar dominan, jadi setiap pertandingan harus siap."
Meski membuka peluang medali, tim pelatih tidak ingin memasang target terlalu tinggi sejak awal. Fokus utama adalah menembus babak demi babak.
Baca Juga: The Killers Tampil Jadi Bintang Utama Final Liga Champions di Puskas Arena Budapest
"Masuk 16 besar dulu, lalu ke delapan besar. Kalau sudah sampai situ, peluang medali pasti ada," kata Indra menegaskan.
Selain teknis permainan, aspek recovery juga menjadi perhatian serius. Evaluasi dari Swiss menunjukkan padatnya jadwal berdampak pada performa, terutama di partai final.
"Kami sempat main sampai larut malam di semifinal. Recovery jadi sangat terbatas. Itu terasa di final, kondisi tidak maksimal," jelasnya.
Baca Juga: Inggris Dikalahkan Jepang di Wembley, Thomas Tuchel Enggan Panik
Ke depan, tim pelatih memastikan akan mengantisipasi hal tersebut agar performa pemain tetap stabil sepanjang turnamen.
"Recovery harus lebih siap. Ini jadi catatan penting supaya tidak terulang," tutup Indra.
Artikel Terkait
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Mundur dari BAC
BAC Cina Tantangan Atlet Bukutangkis Indonesia Menuju Olimpiade 2024 Paris
Langsung Hadapi Tantangan Berat di Babak Pertama BAC 2025, Putri KW Siapkan Mentalitas
Pengamat: Hasil BAC 2025 Indonesia, Belum Tunjukkan Kualitas Unggulan Kedua Piala Sudirman 2025
Hasil Drawing BAC 2026: Jalan Terjal Wakil Indonesia Sejak Babak Awal