Start Sempurna, Garuda Muda Tekuk Korea di Kejuaraan Asia Junior (Team) 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 26 Juni 2026 | 22:07 WIB
Ganda putra muda Indonesia, Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono  di laga perdana penyisihan grup Badminton Asia Junior Championship (Team) 2026, di Kumamoto, Jepang, Jumat, 26 Juni.
Ganda putra muda Indonesia, Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono di laga perdana penyisihan grup Badminton Asia Junior Championship (Team) 2026, di Kumamoto, Jepang, Jumat, 26 Juni.

SportlinkNews - Tim junior Indonesia mengawali langkah di Kejuaraan Asia Junior (Team) 2026 dengan hasil meyakinkan.

Menghadapi Korea pada pertandingan perdana Grup di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, Jumat, 26 Juni, para punggawa Garuda tampil dominan dan mengamankan kemenangan dua set langsung.

Dalam pertandingan yang menggunakan format relay point ini, Indonesia langsung menunjukkan kualitasnya sejak set pertama. Lima partai disapu bersih sehingga tim Merah Putih menang telak 55-24.

Baca Juga: Kejutan dan Rekor Baru di Pekan Kedua Penyelenggaraan Piala Dunia 2026

Ganda putri Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri membuka keunggulan sebelum Mayla Cahya Afilian Pratiwi memperlebar jarak lewat kemenangan meyakinkan di nomor tunggal putri.

Momentum tersebut terus berlanjut lewat kemenangan Fardhan Rainanda Joe di nomor tunggal putra, disusul pasangan campuran Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani.

Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono kemudian menuntaskan set pertama dengan kemenangan di nomor ganda putra sekaligus memastikan Indonesia unggul telak 55-24.

Baca Juga: Angkat Koper Usai Taklukkan Amerika di Piala Dunia 2026, Ini Pesan Gelandang Turki Orkun Kokcu

Memasuki set kedua, Korea sempat memberikan perlawanan. Halifia/Aurelia harus mengakui keunggulan Kim Han Bi/Yeo Seo Young 8-11 sehingga Indonesia tertinggal pada partai pembuka.

Indonesia langsung merespons lewat kemenangan Mayla atas Kwon Min Gyo.

Fardhan Rainanda Joe, Moses Andar Simanjuntak/Atresia Naufa Candani, dan Joseph Marcellino Kyta/Anju Siahaan kemudian melengkapi kebangkitan sekaligus memastikan kemenangan 55-41.

Baca Juga: Sunderland AFC Luncurkan Jersey Tandang Terinspirasi Raja Rock n Roll Elvis Presley

Mayla mengaku tampil lebih percaya diri sepanjang pertandingan sehingga mampu menjaga performanya meski menghadapi lawan yang berbeda pada dua set.

"Sejak awal saya berusaha bermain fokus dan nothing to lose. Alhamdulillah bisa menikmati pertandingan. Di set kedua saya bertemu lawan yang berbeda, tetapi tetap mencoba menerapkan pola permainan yang sama," katanya.

Sementara itu, Atresia mengatakan perubahan pasangan lawan membuat dirinya harus cepat beradaptasi. Meski begitu, ia mampu menjaga konsistensi permainan hingga Indonesia mengamankan poin penting.

Baca Juga: Arsenal Resmi Permanenkan Status Piero Hincapie Mulai 1 Juli 2026

"Kuncinya lebih fokus, berani, dan konsisten. Lawan mengganti pemain putra sehingga polanya berubah, tetapi syukur kami bisa mengatasinya," imbuhnya.

Manajer tim, Eskar Denatara, menilai kemenangan atas Korea menjadi modal berharga, bukan hanya dari sisi perolehan poin, tetapi juga kepercayaan diri menghadapi pertandingan berikutnya.

Ini mengingat laga pembuka selalu memiliki tekanan tersendiri, terlebih saat harus menghadapi tim sekuat Korea. Meski sempat terlihat gugup pada awal pertandingan, para pemain mampu keluar dari tekanan dan menunjukkan performa terbaiknya.

Baca Juga: PB IPSI Sambut Positif Pelatnas Atlet Nasional Multiyears dan Jangka Panjang

"Kemenangan ini sangat penting sebagai modal secara psikis. Anak-anak sempat terlihat canggung di awal, tetapi setelah pertandingan berjalan mereka bisa mengatasinya dan bermain sesuai kemampuan," ujar Eskar.

Indonesia selanjutnya dijadwalkan menghadapi Macau China pada Sabtu, 27 Juni 2026. Eskar mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena meski di atas kertas lebih diunggulkan.

"Gim dimainkan sampai 11 poin sehingga apa pun bisa terjadi. Anak-anak harus tetap fokus, tidak mengendur saat unggul dan tetap tenang ketika tertinggal. Yang terpenting adalah bermain poin demi poin," tuturnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X