SportlinkNews - PP PBSI melakukan perombakan komposisi pemain di sektor ganda campuran dan ganda putri sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing menuju target prestasi internasional.
Keputusan terbesar dalam evaluasi kali ini adalah memindahkan peraih medali emas Olimpiade, Apriyani Rahayu, ke sektor ganda campuran untuk dipasangkan dengan Dejan Ferdinansyah.
Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet dan kebutuhan tim.
Baca Juga: Erick Thohir Minta Judo Perkuat Pembinaan Menuju SEA Games 2027
Menurutnya, performa Apriyani bersama Lanny Tria Mayasari belum mencapai level yang diharapkan sehingga dibutuhkan formulasi baru.
"Setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh, kami melihat kondisi dan performa pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari saat ini belum berada pada level yang kami harapkan," ungkap Rionny.
"Karena itu, kami mencoba mencari solusi terbaik agar potensi Apriyani sebagai atlet bisa dimaksimalkan sekaligus menjawab kebutuhan tim di sektor ganda campuran."
Baca Juga: Indonesia Belum Mampu Perbaiki Catatan Beregu di Badminton Asia Junior Championship 2026, Kini Bidik Medali Nomor Individu
Ia menilai Apriyani memiliki kemampuan membaca permainan, berperan sebagai playmaker, serta kuat dalam transisi bertahan dan menyerang.
Sementara Dejan dinilai memiliki kekuatan serangan dan kontrol permainan dari area belakang sehingga karakter keduanya diyakini saling melengkapi.
Tak hanya di ganda campuran, PBSI juga melakukan perubahan di sektor ganda putri. Pebulu tangkis tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo diproyeksikan beralih ke nomor ganda dan akan berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari.
Baca Juga: Erick Thohir Minta Judo Perkuat Pembinaan Menuju SEA Games 2027
Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI, Karel Mainaky, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kedalaman skuad.
Menurutnya, Ester memiliki modal teknik dan kekuatan pukulan yang sesuai dengan kebutuhan permainan ganda putri modern, sedangkan Lanny dinilai mampu menjadi pengatur serangan di depan net.
Kedua pasangan baru tersebut tidak langsung dipermanenkan. Apriyani/Dejan akan menjalani evaluasi setelah enam turnamen internasional, sedangkan Ester/Lanny dievaluasi usai lima turnamen.
Baca Juga: Persija Terancam Gigit Jari, Persib Siap Bajak Transfer Mariano Peralta
PBSI akan menilai perkembangan chemistry, komunikasi, adaptasi taktik, hingga konsistensi performa sebelum menentukan kelanjutan program.
Melalui penataan ulang ini, PBSI berharap lahir pasangan-pasangan baru yang mampu bersaing di level dunia sekaligus memperkuat proses regenerasi bulu tangkis Indonesia.
Artikel Terkait
Evaluasi Thomas-Uber Cup Ubah Fokus Pembinaan PBSI
PP PBSI Siapkan Program Strategis 2026, Fokus Pembinaan dan Penguatan Organisasi
PBSI Tarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026
AJC 2026: 26 Atlet Junior Indonesia Siap Hadapi Persaingan Asia di Jepang, PBSI Bidik Hasil Maksimal
Apriyani Pindah ke Ganda Campuran, PBSI Rombak Komposisi Pelatnas