Evaluasi Thomas-Uber Cup Ubah Fokus Pembinaan PBSI

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 12 Mei 2026 | 22:43 WIB
PBSI lantik 13 Pengprov di Pelatnas PBSI, Jakarta, 12 Mei 2026. PBSI minta pembinaan nasional tidak bisa lagi hanya bergantung pada pelatnas, melainkan harus diperkuat sejak level daerah dan klub. (PBSI)
PBSI lantik 13 Pengprov di Pelatnas PBSI, Jakarta, 12 Mei 2026. PBSI minta pembinaan nasional tidak bisa lagi hanya bergantung pada pelatnas, melainkan harus diperkuat sejak level daerah dan klub. (PBSI)

SportlinkNews - Evaluasi hasil Thomas dan Uber Cup 2026 mulai mengubah arah pembinaan bulutangkis nasional.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia kini menaruh perhatian lebih besar kepada daerah sebagai pusat regenerasi atlet menuju level dunia.

Langkah awal itu ditunjukkan melalui pelantikan 13 Pengurus Provinsi PBSI di Ruang Serba Guna Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Baca Juga: Mental Bangkit, Kurniawan Optimistis Garuda Muda Bisa Kejutkan Jepang

Ketua Umum PBSI, M. Fadil Imran, menilai pembinaan nasional tidak bisa lagi hanya bergantung pada pelatnas, melainkan harus diperkuat sejak level daerah dan klub.

Menurut Fadil, evaluasi pasca Thomas dan Uber Cup menjadi alarm penting bahwa sistem pembinaan harus dibangun lebih menyeluruh dan berkelanjutan. Ia menyebut daerah memiliki peran vital dalam menjaga regenerasi atlet Indonesia.

"PBSI harus memperkuat fondasi pembinaan dari hulu, karena masa depan bulutangkis Indonesia dimulai dari daerah," ujar Fadil dalam sambutannya.

Baca Juga: Indonesia Short Course Emerging Series Jadi Ajang Pembinaan Atlet Akuatik Masa Depan

Sebanyak 13 pengprov yang dilantik berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Bengkulu, dan Kalimantan Timur.

Kemudian, ada Papua Pegunungan, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Banten, dan Sumatera Utara.

Fadil menegaskan pengprov kini dituntut tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga menjadi ujung tombak pencarian dan pembinaan talenta muda.

Baca Juga: Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

Menurutnya, keberhasilan Indonesia mempertahankan tradisi sebagai kekuatan bulutangkis dunia sangat bergantung pada kualitas pembinaan di daerah.

Ia juga mengingatkan PBSI tidak boleh hanya fokus mengejar hasil instan. Menurutnya, sistem pembinaan harus dibangun dengan target jangka panjang menuju Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade 2028.

"Ke depan kita tidak boleh hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Kita harus membangun ekosistem prestasi yang kuat, terukur, dan berkelanjutan," lanjutnya.

Baca Juga: Perubahan Taktik Marcos Santos Berbuah Kemenangan Telak Arema FC

Pelantikan terpusat tersebut sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi organisasi agar program pusat dan daerah berjalan lebih selaras.

PBSI berharap sistem yang lebih terintegrasi dapat membuat pembinaan atlet berlangsung lebih profesional dan berbasis target prestasi.

"PBSI harus semakin dewasa sebagai organisasi. Kita harus berani mengevaluasi, berani berbenah, dan memperkuat seluruh mata rantai pembinaan nasional agar bulutangkis tetap menjadi kebanggaan bangsa," tuturnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X