Lebih lanjut, Wamenpora Taufik bilang seleknas PBSI tahun ini membawa pendekatan baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Program tersebut mengidentifikasi atlet yang benar-benar siap menghadapi standar bulu tangkis dunia.
PBSI, kata Wamenpora Taufik mengadopsi pendekatan berbasis sains dengan serangkaian tes tambahan.
Baca Juga: Thiago Motta Puji Tiga Pemainnya yang Bawa Juventus Menang atas PSV Eindhoven
Hal ini untuk memastikan bahwa atlet yang terpilih memiliki kualitas terbaik secara menyeluruh. Baik dari segi teknik, fisik, mental, maupun daya pikir strategis.
Taufik menegaskan jika serangkaian seleksi dan tes tambahan bukan dimaksudkan untuk menyulitkan para atlet, melainkan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar siap menghadapi persaingan global.
“Bulu tangkis modern bukan hanya soal teknik pukulan, tetapi juga soal strategi, mental, daya tahan, dan disiplin."
Baca Juga: Komunitas Bulutangkis Terus Menyala, Patungan Bayar Pelatih hingga Bikin Koperasi
"Menjadi atlet Pelatnas bukan hanya soal menang hari ini, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi perjalanan panjang menuju level tertinggi dunia,” terang Wamenpora Taufik.
Artikel Terkait
Mengapa Atlet Memiliki Detak Jantung Lebih Rendah, Apakah Itu Aman?
OSO Group Dukung Dua Keputusan Penting Rakernas Siwo PWI 2025
Joao Felix Cinta Mati AC Milan, Ingin Jadi Titisan Ricardo Kaka
Nike Akhiri Era di Premier League, Rilis Kembali 3 Bola Ikonik