bulutangkis

Masuknya Alwi dan Ubed ke Skuat Tunggal Putra Piala Sudirman 2025, Langkah Regenerasi PBSI

Rabu, 16 April 2025 | 19:42 WIB
Tunggal muda Indonesia, Muhammad Sultan Ubaidillah (kiri), bersama Pelatih Tunggal Putra PBSI, Indra Wijaya dan pemain pratama lainnya berfoto usai final Singapore Int. Challenge 2025.

SportlinkNews - Masuknya dua pemain muda dalam skuat tunggal putra Piala Sudirman 2025, selain karena keterbatasan pemain utama, juga menjadi bagian dari proses percepatan regenerasi yang dicanangkan PBSI.  

Seperti diketahui, PBSI menurunkan dua pemain muda Alwi Farhan dan Muhammad Sultan Ubaidillah untuk masuk dalam tim Indonesia di Piala Sudirman 2025. Mereka akan mendampingi tunggal utama, Jonatan Christie.

Pelatih baru tunggal putra, Indra Wijaya mengatakan bahwa Jonatan tetap akan menjadi ujung tombak mengingat ada dua tim kuat di babak penyisihan. Namun, kehadiran Alwi dan Ubed juga dinilainya penting.

Baca Juga: Megawati Resmi Berkostum Gresik Petrokimia, Segini Gajinya

"Di grup kita (Grup D) ada Denmark dan India, keduanya adalah tim kuat, jadi tetap ujung tombaknya ada di Jojo. Tapi kehadiran Alwi dan Uber juga penting untuk proses regenerasi, mereka harus merasakan juga atmosfer pertandingan besar seperti apa, sebab ke depannya mereka yang jadi tumpuan," kata Indra di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu, 16 April 2025.

Mantan pelatih tunggal putra Malaysia, Lee Ji Zia itu mengaku dirinya sudah berbicara dengan ketiga pemain tersebut dan mereka dinilainya memiliki komitmen yang tinggi untuk Piala Sudirman ini.

Indra menjelaskan, bahwa regenerasi bukan hanya soal menurunkan pemain muda, tetapi juga tentang membangun karakter dan kesiapan bertanding mereka di level tertinggi.

Baca Juga: Datang ke Kie Raha, PSBS Biak Bawa Misi Membalas Malut United FC

Dalam situasi ini, turnamen beregu campuran yang paling prestius itu dinilai menjadi panggung tepat bagi Alwi dan Ubed untuk belajar langsung dari pengalaman.

Jonatan sebagai pemain utama pun menyambut kehadiran keduanya dengan antusias. Bahkan dia mengaku terkenang pengalamannya 10 tahun lalu saat dipercaya tampil di Piala Sudirman 2015 sebagai pemain muda.

"Kehadiran mereka justru membantu saya. Ini seperti mengulang memori 2015 lalu waktu bermain di Piala Sudirman di Cina, di mana saat itu tidak ada senior sehingga saya akhirnya yang dipercaya," katanya.

"Jadi, memang yang muda itu harus dikasih jam terbang lebih. Bagaimana pun juga jangan lihat hasil mereka dulu, tapi lihat bagaimana mereka berprosesya," ucap Jonatan. 

Baca Juga: Serhou Guirassy Pimpin Top Skor Sementara Liga Champions 2024/2025

Dia menilai bahwa kesempatan untuk bertanding di event besar seperti Piala Sudirman itu bisa memberikan banyak pengalaman bagi Alwi dan Ubed.

Ia pun berpesan kepada Alwi dan Ubed agar selalu dalam kondisi siap, sebab tidak ada yang tahu kapan mereka dibutuhkan.

"Untuk menurunkan pemain (di pertandingan beregu), ada banyak pertimbangan, mulai dari kesiapan fisik, head to head, dan strategi lawan. Jadi mereka harus selalu siap," tegasnya juara All England 2024 itu.

"Di turnamen beregu tidak ada yang pasti soal siapa yang akan dimainkan. Karena saat diturunkan mungkin ada pembelajaran baru untuk mereka dan kemudian nantinya akan tergantung dari bagaimana mereka akan menyikapi hal tersebut," tambah Jonatan kemudian.

Tags

Terkini