SportlinkNews - Tim bulutangkis junior Indonesia harus berlapang dada setelah gelar juara bertahan Piala Suhandinata 2025 melayang dari tangan.
Bermain di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Sabtu, 11 Oktober 2025, Garuda Muda harus mengakui keunggulan China dengan skor 0-2 di partai final.
China langsung menekan sejak awal, di set pertama mereka memegang kendali penuh dengan mengambil lima kemenangan dari lima game yang dimainkan.
Hingga partai terakhir yang mempertemukan Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio versus Chen Jun Ting/Liu Jun Rong, Indonesia masih tertinggal jauh dengan skor 30-45.
Baca Juga: Patrick Kluivert: Selama Kita Percaya, Tak Ada yang Mustahil untuk Timnas Indonesia
Moh Zaki Ubaidillah (Ubed) dan kawan-kawan mencoba bangkit di set kedua. Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang mengisi pos ganda putri membuka keunggulan 9-5 di gim pertama, tapi China melawan dengan sangat kuat.
Sang Kapten, Ubed sempat memperkecil ketertinggal dengan hanya selisih empat poin 32-36 saat menghadapi Liu Yang Ming Yu. Partai kelima yang memainkan ganda putra pun berjalan sengit.
Muhammad Rizki Mubarrok yang dipercaya menggantikan Alexius Ongkytama Subagio untuk mendampingi Raihan Daffa Edsel Pramono di set kedua terbukti ampuh untuk memangkas jarak.
Berhadapan dengan Chen Jun Ting/Liu Jun Rong yang dominan di set pertama, Barrok/Edsel memaksa angka sama hingga 44-44.
Baca Juga: Indra Sjafri Tegaskan Komitmen Pemain Timnas U-22, Bahas Struick hingga Pemain Abroad
Namun sayang, dewi fortuna tidak berpihak saat pengembalian Edsel tidak mampu menyebrang ketika adu rally. China pun menang tipis 45-44 dan memastikan gelar ke-15 sepanjang perhelatan Piala Suhandinata yang digelar sejak tahun 2000.
"Saat masuk lapangan di set kedua itu, kami berpikir optimis. Tidak memikirkan poin berapa yang terpenting terus berjuang dan tidak menyerah," ucap Barrok, panggilan Muhammad Rizki Mubarrok.
"Kami berhasil menyamakan skor 44-44 tapi memang di poin terakhir kami kehilangan fokus, sangat disayangkan," timpal Edsel.
Ubed pun menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia sekaligus meminta maaf karena belum bisa mendapatkan hasil yang terbaik.
Baca Juga: Graham Arnold Unggul, Patrick Kluivert Didesak Bawa Timnas Indonesia Bangkit Lawan Irak
"Saya atas nama tim Indonesia meminta maaf karena belum mendapatkan hasil yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungan sehingga kami bisa berjuang sampai ke final. Masih ada nomor perorangan, kami akan kembali berjuang," ungkap Ubed.
Sementara Kabid Pembinaan dan Prestasi Pelatnas Eng Hian mengatakan hasil ini menjadi catatan penting bagaimana pemerataan semua sektor.
"Hasil runner up tidaklah buruk tapi bukan hasil yang terbaik. Pastinya sebagai juara bertahan, kami ingin mempertahankan gelar tapi ini menjadi pelajaran untuk ke depan," ucapnya.
Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana pihaknya harus bisa membuat pemerataan di semua sektor.
Baca Juga: Media Vietnam Prediksi Skor Imbang Timnas Indonesia Vs Irak di Jeddah
"Bisa dilihat dari Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior ini, dengan sistem relay point yang pendek, tertinggal 5-6 poin akan sangat sulit mengejar bila hanya punya andalan di satu atau dua sektor saja," tambah Eng Hian.
Di luar hal tersebut, mantan pelatih ganda putri itu tetap menyampaikan apresiasinya kepada kerja keras seluruh pemain. Ia pun meminta para pemain untuk tidak larut dalam kesedihan, sebab perjuangan dinilainya belum usai.
"Masih ada nomor perorangan. Mari kembali fokus dan bersiap untuk kembali menunjukkan yang terbaik," pesan Eng Hian. Kejuaraan Dunia Junior 2025 berlanjut ke nomor perorangan pada 13-19 Oktober mendatang.