SportlinkNews - Tim bulutangkis junior Indonesia kembali menunjukkan mental juara saat menembus partai final Piala Suhandinata 2025.
Kemenangan 2-0 di semifinal atas India menjadi bukti solidnya kerja sama dan ketenangan para pemain muda Garuda Muda, meski sempat menghadapi tekanan besar di awal pertandingan.
Kapten tim, Moh. Zaki Ubaidillah, menjadi salah satu sosok kunci dalam kemenangan tersebut. Ia mengaku bersyukur bisa membawa Indonesia kembali ke final di kejuaraan dunia junior terakhirnya.
Baca Juga: Nike Rilis Koleksi Max Voltage Pack, Perpaduan Inovasi dan Energi untuk Musim Dingin
"Alhamdulillah pertandingan hari ini diberikan kelancaran dan kemenangan. Di set awal sempat ketat dan ketinggalan, tapi saya berusaha fokus ke permainan sendiri, enggak mikir yang lain," ujarnya usai laga.
Menurut Zaki, kekompakan tim dan kemampuan untuk mengendalikan emosi menjadi faktor penting di balik kemenangan Indonesia.
"Performa tim juga bagus. Walau ada yang tegang, semua bisa diatasi. Di set kedua semua sudah pede dan bisa main tanpa beban," tambahnya.
Baca Juga: Kevin Diks Bicara soal Kegagalan Penalti dan Tekad Indonesia Bangkit Lawan Irak
Tak lupa, sang kapten mengucapkan terima kasih kepada seluruh Badminton Lovers yang terus memberikan dukungan sejak awal turnamen. Ia meminta doanya agar bisa membawa pulang lagi trofi Suhandinata.
Sementara itu, Alexius Ongkytama Subagio, yang turun menggantikan Raihan di set kedua, juga menjadi sorotan. Meski sempat gugup, ia berhasil tampil meyakinkan bersama pasangannya, Edsel, dan menyumbang poin penting bagi Indonesia.
"Puji Tuhan, saya ditunjuk main di set kedua. Rasanya campur antara senang dan tegang, tapi dari awal saya sudah siap," aku Alexius.
Baca Juga: Daniel Cormier: Jika Alex Pereira Kalahkan Jon Jones, Dia Layak Jadi GOAT UFC
"Lawan cukup tegang, tapi saya dan Edsel berusaha tetap tenang dan yakin saja. Dukungan pelatih dan teman-teman bikin semangat makin besar," ungkapnya lagi.
Tantangan berat
Menghadapi China di partai final, tim Indonesia sadar tantangan yang menanti akan jauh lebih berat. Pelatih Andrei Adistia menegaskan bahwa fokus utama tim kini adalah menjaga mental dan kondisi pemain.
"Tekanan pasti lebih besar karena kita juara bertahan. Tapi kami harus bisa membalikkan keadaan dan tampil lebih tenang. Fokus menjaga mental, dan pastikan semua pemain siap," ujar Andrei.
"Mohon doa dari masyarakat Indonesia agar tim ini bisa juara tanpa cedera dan membawa pulang Piala Suhandinata."
Alexius pun menambahkan, jika dirinya kembali dipercaya turun di final, ia berjanji tampil lebih siap.
Artikel Terkait
Ubed Ungkap Kunci Ketenangan di Balik Lolosnya Indonesia ke Perempat Final Piala Suhandinata 2025
Juara Grup F, Indonesia Hadapi China Taipei di 8 Besar Piala Suhandinata 2025
Tim Junior Indonesia ke Semifinal Piala Suhandinata 2025 Usai Libas China Taipei 2-0
Mentalitas Jadi Kunci! Indonesia Waspadai India di Semifinal Piala Suhandinata 2025
Final Lagi! Indonesia Kembali Hadapi China di Piala Suhandinata 2025