bulutangkis

PBSI Andalkan Beregu Putra dan Tunggal Putri di SEA Games 2025

Rabu, 3 Desember 2025 | 21:59 WIB
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani berpose usai memastikan medali di Kejuaraan Dunia 2025 usai tembus semifinal. Kalahkan Pusarla V. Sindhu di adidas Arena, 29 Agustus 2025. (PBSI)

SportlinkNews - Menjelang SEA Games 2025 di Thailand, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menetapkan dua sektor yang didapuk sebagai tulang punggung perburuan medali emas.

Meski sejumlah pemain utama absen, optimisme tetap terjaga melalui kekuatan beregu putra serta peluang besar dari sektor tunggal putri.

Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa pemetaan kekuatan lawan dan evaluasi internal telah dilakukan secara menyeluruh setelah skuad kembali dari rangkaian turnamen internasional, termasuk Australian Open 2025.

Baca Juga: Peta Persaingan Sepak Bola Putra SEA Games: Thailand Masih Raja ASEAN

"Kami sudah memaksimalkan persiapan. Kekurangan dan kelebihan masing-masing sektor sudah ditinjau, termasuk kekuatan lawan yang cukup merata," ujar Eng Hian di Pelatnas PBSI, Rabu, 3 November 2025.

Beregu putra dinilai memiliki peluang terbesar untuk memberikan emas bagi Indonesia. Persaingan ketat dengan Malaysia dan Thailand tetap diantisipasi, namun komposisi pemain dinilai masih kompetitif untuk merebut posisi teratas.

"Beregu putra memegang kans paling besar. Walaupun beregu putri juga berpotensi, kekuatan tuan rumah dan Malaysia membuat persaingan makin seimbang," kata Eng Hian.

Baca Juga: Kiper Persik Kediri Diganjar Titel Save of The Week Berkat Aksi Triple Save Saat Menghadapi Semen Padang FC

Keputusan tidak menurunkan tim penuh, lantaran beberapa pemain menghadapi agenda pribadi penting, seperti pernikahan hingga menanti kelahiran anak.

Namun, itu ditegaskannya tak mengubah fokus PBSI untuk tetap menargetkan prestasi maksimal.

Kemudian harapan emas kedua datang dari nomor perorangan. Tunggal putri menjadi sektor yang difokuskan menjadi motor tambahan perolehan medali emas. 

Baca Juga: Napoli Vs Cagliari: Conte Terpaksa Rotasi Pemain di Coppa Italia

Putri Kusuma Wardani (Putri KW) diperkirakan akan tampil sebagai unggulan kedua, di bawah jagoan Thailand yang memiliki ranking lebih tinggi.

"Dari hitungan peluang dan performa terakhir, tunggal putri memiliki probability paling besar. Putri KW menunjukkan peningkatan dan konsistensi," ucap Eng Hian.

PBSI menyadari bahwa di sektor lain peluang emas relatif lebih kecil. Sejumlah pemain berada di posisi unggulan 3/4 sehingga sulit menembus proyeksi emas berdasarkan analisis ranking dan potensi lawan.

Baca Juga: SEA Games 2025: Thailand Kembali Keliru, Bendera Indonesia Diganti dengan Laos

Perubahan proyeksi medali emas yang awalnya hanya satu menjadi dua, salah satu alasannya karena masuknya pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani ke daftar pemain. 

Keputusan ini sudah diambil jauh sebelum Australian Open, meski baru diumumkan setelah seluruh proses dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC) selesai.

Fokus Multievent

Meski jadwal SEA Games berdekatan dengan BWF World Tour Finals, PBSI menegaskan bahwa multievent tetap menjadi prioritas penting, terutama bagi para pemain muda sebagai pijakan menuju Asian Games dan Olimpiade.

Baca Juga: Tunangan Bukayo Saka Mengundang Imajinasi di British Fashion Awards

"Multievent memiliki atmosfer berbeda. Bagi atlet seperti Putri KW, ini fase penting untuk membangun mental sebelum ke event yang lebih besar," ujar Eng Hian.

Karena PBSI tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses persiapan dan perjuangan para atlet di lapangan. Tim Bulutangkis Indonesia akan bertolak menuju Thailand pada 5 Desember mendatang. 

Tags

Terkini