SportlinkNews - Program aklimatisasi dipusatkan di National Badminton Centre, Milton Keynes, Inggris.
Fokusnya adalah penyesuaian kondisi fisik, ritme permainan, serta adaptasi terhadap cuaca dan perbedaan waktu jelang All England yang berlangsung 3-8 Maret mendatang di Birmingham.
Selama menjalani aklimatisasi, Tim Merah Putih menjalani latihan internal bersama-sama dengan tim lainnya, tuan rumah Inggris serta Amerika Serikat.
Baca Juga: Galatasaray Kembali ke Pentas Liga Champions Usai Menang Agregat dari Juventus
Bahkan, dua sesi latihan bersama telah dijadwalkan, mencakup gim uji tanding hingga drilling teknis sesuai kebutuhan masing-masing sektor.
Sesi latihan perdana sudah dijalani Alwi Farhan dan kawan-kawan. Menu utama pada hari pertama adalah pemulihan kondisi setelah perjalanan panjang, disertai latihan ringan untuk mengembalikan sentuhan permainan.
Intensitas latihan akan ditingkatkan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Pemain Muda Arsenal Bintangi Iklan Adidas, Para Penggemar Gelengkan Kepala
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, Kamis, 26 Februari 2026, menegaskan bahwa All England masuk dalam daftar prioritas program tahun ini.
Turnamen level Super 1000 tersebut menjadi salah satu tolok ukur penting untuk membaca peta persaingan elite dunia.
Meski begitu, ia menekankan bahwa target disusun sesuai periodisasi dan puncak performa atlet. Tidak semua turnamen dijadikan ajang all out, melainkan disesuaikan dengan rencana jangka panjang menuju Olimpiade 2028.
Baca Juga: Madura United FC Siap Berjibaku Raih Tiga Poin di Kandang Maung Bandung
Untuk peluang gelar, sektor ganda putra masih menjadi andalan utama. Sementara sektor lainnya diarahkan pada peningkatan konsistensi agar mampu bersaing hingga fase akhir di turnamen level tertinggi.
"Harapan terbesar memang ada di ganda putra. Untuk sektor lain, kami ingin melihat progresnya, apakah sudah mulai konsisten menembus semifinal atau final di level 1000," ungkapnya.
Ia menegaskan evaluasi dilakukan secara bertahap. Ajang seperti All England memberi gambaran nyata mengenai peluang medali di panggung Olimpiade. "Yang terpenting progresnya terukur dan terus mendekati level tertinggi," pungkasnya.