"Kuncinya hari ini kami bermain lebih aman. Tidak perlu terlalu memaksakan pukulan berisiko. Yang penting reli terjaga dan kami tetap solid," ungkapnya.
Ia bersyukur bisa segera kembali ke pola permainan yang diinginkan setelah sempat goyah di awal gim.
Senada dengan pasangannya, Fadia menilai komunikasi di lapangan menjadi faktor penting kebangkitan mereka. Menurutnya, konsistensi fokus di setiap poin membuat tekanan terhadap lawan tetap terjaga.
Baca Juga: Kieran Trippier Nikmati Malam Bersama Model OnlyFans Berusia 21 Tahun
"Pola permainan lawan sebenarnya sama dari awal sampai akhir. Tantangannya bagaimana kami tidak memberi poin cuma-cuma dari kesalahan sendiri," ucap Fadia.
Pada semifinal nanti mereka akan menghadapi wakil China, Li Yi Jing/Wang Yi Duo.
Tiwi/Fadia mengaku sudah memiliki gambaran permainan calon lawan, termasuk pengalaman pertemuan sebelumnya, sehingga tinggal mempersiapkan diri lebih matang sejak awal pertandingan.
Baca Juga: Apa yang Dilakukan Ronaldo hingga Menjadi Pesepakbola Miliarder Pertama?
Sementara itu, tiket semifinal lainnya dipastikan lewat sektor ganda campuran. Pasangan Gloria Emanuelle Widjaja/Hee Yong Kai Terry tampil impresif saat menyingkirkan unggulan kelima asal Malaysia, Goh Sun Huat/Lai Shevon Jemie, dengan skor 21-17, 21-13.
Gloria menyebut ketenangan sebagai pembeda dalam pertandingan tersebut. Ia merasa pasangan mereka mampu mengendalikan tempo dan tidak terburu-buru dalam membangun serangan.
"Kami bisa bermain tanpa tekanan dan lebih menikmati pertandingan. Terry juga tampil lebih tenang dan bisa mengatur emosi dengan baik," kata Gloria.
Baca Juga: Arsenal Vs Chelsea: Lima Alur Cerita Utama untuk Derby London Krusial
Ia pun berharap langkahnya kali ini bisa berbuah manis, mengingat sebelumnya dua kali harus puas sebagai runner-up di turnamen ini.
Terry menambahkan, aspek non-teknis seperti kontrol emosi dan fokus menjadi kunci utama. Menurutnya, saat mampu menikmati permainan dan menjaga ketenangan, performa di lapangan ikut meningkat.