SportlinkNews – Inkonsistensi performa masih ditunjukkan oleh sektor ganda putra Indonesia pada rangkaian tur Eropa.
Setelah sempat memberi harapan lewat capaian semifinal di turnamen bergengsi All England 2026, dua pasangan Merah Putih justru harus tersingkir lebih awal pada babak pertama Swiss Open 2026.
Pada turnamen level BWF Super 300 yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Rabu, 11 Maret 2026, pasangan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat gagal melangkah lebih jauh setelah dikalahkan ganda Malaysia Kang Khai Xing/Aaron Tai.
Rian/Rahmat takluk dua gim langsung dengan skor 16-21, 27-29.
Baca Juga: KTM Percaya Mesin 850cc untuk Musim Balap 2027 Dapat Terus Dikembangkan Kekuatannya
Rian menilai awal pertandingan menjadi titik krusial yang membuat mereka sulit mengembangkan permainan.
"Kalau dilihat mungkin start-nya kurang oke, tidak bisa langsung masuk dari awal jadi masih ragu-ragu. Banyak mati sendiri yang membuat lawan jadi tambah percaya diri," kata Rian.
Ia juga mengakui pasangan Malaysia tampil efektif dengan pola permainan cepat dan minim bola lob sehingga membuat mereka kesulitan mengantisipasi serangan.
"Pasangan Malaysia ini punya permainan no-lob yang bagus dan antisipasinya cepat. Itu menjadi andalan mereka," ujarnya.
Baca Juga: Sensasi Positif Miguel Oliveira pada Motor BMW M 1000 RR Jadi Modal Kuat Mengarungi WorldSBK 2026
Rahmat pun menyayangkan kegagalan memanfaatkan peluang pada gim kedua ketika mereka sempat unggul. Menurutnya, permainan yang terlalu berhati-hati justru membuat mereka kehilangan momentum.
"Di gim kedua terakhir kami sempat unggul tapi malah jadi hati-hati. Harusnya lebih berani saja di poin-poin terakhir, tapi malah takut mati sendiri," tambahnya.
Hasil kurang memuaskan juga dialami pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Semifinalis All England tersebut tampil di bawah performa terbaiknya dan harus mengakui keunggulan ganda Taiwan Chen Cheng Kuan/Lin Bing-Wei dengan skor 17-21, 17-21.
Baca Juga: Alex Lowes Catat Performa Gemilang di Tes Portimao, Optimis Bimota Bisa Bersaing
Raymond mengungkapkan fokus permainan mereka tidak terjaga dengan baik, meski sempat unggul pada awal gim.
"Fokus kami tidak baik hari ini. Dari gim pertama sudah sempat unggul tapi terkejar dan itu sangat cepat. Poin mereka dari satu-dua bola pertama dan kami kehilangan fokus di situasi itu," ungkapnya.
Nikolaus menambahkan stabilitas permainan menjadi persoalan utama yang membuat mereka gagal mempertahankan keunggulan.
"Permainan kami kurang stabil. Awal-awal sudah oke, tapi hilang fokus dari pertengahan ke akhir dan itu harus menjadi bahan evaluasi buat kami," imbuhnya menambahkan.
Baca Juga: Debut Juan Villa Langsung Jadi Sosok Menakutkan di Depan Gawang Lawan
Ia juga memastikan kondisi fisiknya masih cukup baik meski sempat terganggu kapalan pada kaki. Namun menurutnya hal itu tidak bisa dijadikan alasan atas kekalahan tersebut.
"Kondisi kami masih aman, hanya ada kapalan di kaki saya yang cukup mengganggu. Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan. Kami memang kalah dan kami akui," tuturnya.
Kini harapan Indonesia tinggal pada Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Unggulan ketiga itu berhasil melaju ke babak berikutnya setelah menundukkan ganda Taiwan Chiang Chien Wei/Wu Hsuan Yi dengan skor 21-16, 21-14.
Leo mengatakan mereka mencoba belajar dari pengalaman di turnamen sebelumnya, terutama terkait menjaga fokus sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Prediksi Liga Champions Bayer Leverkusen Vs Arsenal: The Gunners Pede, Tuan Rumah Waspada
"Secara pribadi saya mempelajari apa yang kemarin sudah dilakukan di All England. Persiapannya sebenarnya cukup panjang tapi mungkin fokusnya kurang dijaga. Jadi di sini mencoba untuk bangkit lagi dan lebih fokus."
Baik Leo maupun Bagas berharap mereka mampu menjaga konsistensi permainan pada babak selanjutnya. Di mana mereka akan bertemu dengan Kang/Aaron yang sebelumnya mengalahkan Rian/Rahmat.