SportlinkNews - Ambisi besar diusung Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam menggelar Indonesia Open 2026.
Tak sekadar mengejar kualitas pertandingan, turnamen level elite Badminton World Federation (BWF) ini juga akan menghadirkan pengalaman baru bagi penonton lewat konsep hiburan modern ala National Basketball Association (NBA).
Bertempat di Istora Senayan pada 2-7 Juni mendatang, ajang bertajuk "Pride of The Nation" ini diproyeksikan menjadi momentum kebangkitan Indonesia Open sebagai turnamen terbaik dunia, seperti yang pernah diraih pada periode 2017-2019.
Baca Juga: Toyota GR Yaris Sukses Mendominasi 2 Kelas Bergengsi Kejurnas Sprint Rally 2026 Seri 1
Ketua Panitia Pelaksana, Achmad Budiharto, menegaskan bahwa konsep penyelenggaraan tahun ini tidak lagi konvensional. PBSI ingin membawa warna baru dengan menggabungkan unsur sport dan entertainment secara lebih kuat.
"Konsepnya kami buat lebih hidup, kurang lebih seperti NBA. Jadi bukan hanya pertandingan, tapi ada interaksi dengan penonton dan pengalaman yang terasa sejak masuk area venue," ungkapnya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Transformasi tersebut akan terlihat dari pemanfaatan teknologi visual yang menyelimuti seluruh area pertandingan.
Baca Juga: Liga Champions: Anfield Membara, Liverpool Siap Balas Dendam ke PSG
"Kami ingin penonton sudah merasakan atmosfer berbeda sejak di luar. Jadi ini bukan hanya soal pertandingan, tapi juga experience secara keseluruhan," kata Budiharto.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan untuk mengembalikan pamor Indonesia Open di mata dunia.
Evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya menjadi bahan pembenahan, termasuk melalui pengalaman di Indonesia Masters yang dijadikan fondasi awal.
Baca Juga: Liga Champions: Sanggupkah Atletico Madrid Menaklukkan Barcelona? Ini Fakta-fakta Menarik
Meski tampil dengan wajah baru, konsep "pesta rakyat" tetap dipertahankan. Panitia memastikan harga tiket tetap terjangkau agar seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati langsung atmosfer di Istora.
"Kami ingin ini tetap jadi milik semua. Jadi akses harus terbuka, tidak eksklusif," tegasnya.
Dari sisi prestasi, Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, menilai turnamen ini penting dalam meningkatkan daya saing atlet Indonesia di level tertinggi.
Baca Juga: Simeone Optimistis Atletico Madrid Singkirkan Barcelona
"Super 1000 itu level tertinggi. Setiap poin sangat berarti, jadi ini kesempatan bagus untuk pemain kita, khususnya pemain muda, untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding internasional," ujarnya.