Mulai 2027, Indonesia Open Hadir dengan Format Super 1000 yang Diperluas

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 10 Februari 2026 | 20:12 WIB
The Istora Boy, Andres Antonsen dari Denmark kembali menyentuh final Indonesia Open 2025. Dia akan bertemu lagi dengan Chou Tien Chen, mengulang final 2019.
The Istora Boy, Andres Antonsen dari Denmark kembali menyentuh final Indonesia Open 2025. Dia akan bertemu lagi dengan Chou Tien Chen, mengulang final 2019.

SportlinkNews - Indonesia Open akan memasuki babak baru dalam sejarah penyelenggaraannya.

Mulai 2027, turnamen bulutangkis kebanggaan Indonesia itu akan menerapkan format kompetisi berbeda seiring transformasi besar yang dilakukan Badminton World Federation (BWF) terhadap struktur BWF World Tour.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari pembaruan menyeluruh sistem kompetisi bulutangkis dunia yang dicanangkan BWF bersama mitra komersial dan siaran, Infront, dalam kerja sama jangka panjang hingga 2034.

Baca Juga: Kenan Yildiz Perpanjang Kontrak, Juventus Investasi Jangka Panjang

Melalui kebijakan ini, BWF menargetkan terciptanya ekosistem bulutangkis yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan di tingkat global.

Indonesia Open akan masuk dalam kategori turnamen Super 1000 dengan format yang diperluas.

Pada level tertinggi ini, BWF menetapkan lima turnamen Super 1000 yang digelar di Asia dan Eropa, masing-masing dengan durasi 11 hari dan mencakup dua akhir pekan penuh.

Baca Juga: Level LaLiga Masih di Bawah Jauh Dibanding Liga Primer

Dalam format baru tersebut, sektor tunggal akan diikuti 48 pemain yang dibagi dalam fase grup sebelum melaju ke babak gugur. Sementara sektor ganda akan mempertandingkan 32 pasangan dengan sistem gugur penuh.

Seluruh rangkaian pertandingan akan diproduksi dan disiarkan secara global, sejalan dengan peningkatan standar siaran dan eksposur internasional.

Skema ini dirancang untuk memberi nilai tambah bagi atlet dan penggemar. Atlet tidak lagi bergantung pada satu pertandingan penentuan, karena format fase grup memastikan mereka tampil lebih dari satu kali.

Baca Juga: Tissot Tunjuk Wagner Bersaudara sebagai Brand Ambassador Pabrikan Jam Swiss

Selain mengurangi risiko eliminasi dini, sistem ini juga membuka ruang persaingan yang lebih adil dan berkualitas.

Transformasi World Tour juga diikuti peningkatan total hadiah tahunan hingga mencapai US$26,9 juta.

Selain itu, BWF mengintegrasikan turnamen Super 100 ke dalam rangkaian resmi World Tour untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Persija Tak Panik Selisih Poin dari Persib Melebar

Sementara level Super 750, Super 500, dan Super 300 tetap berdurasi enam hari dengan peningkatan produksi pertandingan untuk siaran televisi.

Sambut positif

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyambut positif perubahan tersebut.

Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, menegaskan bahwa penerapan format baru Indonesia Open merupakan bentuk dukungan Indonesia terhadap arah pengembangan bulutangkis dunia.

Baca Juga: Menganalisis Perjalanan Barcelona dan Real Madrid Menuju Kejayaan La Liga

"Durasi 11 hari memang meningkatkan biaya operasional, namun kami memandangnya sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga Indonesia Open tetap menjadi turnamen premier dunia dan sejalan dengan transformasi global BWF," kata Roedyanto.

PBSI juga menyiapkan pendekatan sportainment dalam penyelenggaraan Indonesia Open.

Dengan durasi yang lebih panjang, berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar pertandingan akan dihadirkan untuk memperkaya pengalaman penonton, baik yang hadir langsung di arena maupun yang mengikuti melalui siaran dan platform digital.

Baca Juga: Malut United FC Lepas Sembilan Pemainnya ke 6 Klub

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X