SportlinkNews - Kejuaraan Gymnastics Indonesia Open 2025 diharapkan bisa menjadi ajang pembinaan untuk atlet muda menuju level dunia. Kejuaraan yang memasuki edisi keempat ini diikuti oleh 1.372 atlet dari 90 klub dan 19 provinsi, sejak 2-13 Juli mendatang.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme para peserta, khususnya atlet-atlet usia dini yang menjadi cikal bakal masa depan olahraga senam Indonesia.
"Hal yang menarik dari kejuaraan ini adalah mayoritas pesertanya adalah atlet-atlet usia dini. Mereka adalah masa depan Indonesia yang suatu saat akan mengharumkan nama bangsa di multi-event internasional," kata Marciano.
Baca Juga: Indonesia Incar Status Tuan Rumah Youth Olympic Games 2030
Kelak, menurutnya, mereka bisa menjadi kontributor emas. Membuat peringkat Indonesia di Olimpiade bisa naik signifikan.
Ia menambahkan, senam merupakan salah satu cabang strategis yang banyak dipertandingkan di event besar seperti Olimpiade, sehingga butuh pembinaan yang kuat dan berjenjang.
"Kita sudah punya cabang kuat seperti panjat tebing, angkat besi, dan bulu tangkis. Ke depan, senam, atletik, dan renang harus menyusul sebagai lumbung medali," katanya.
Baca Juga: Jumlah Atlet SEA Games Masih Ditinjau, Finalisasi Ditetapkan Agustus
Sementara itu, Ketua Umum PB Persani, Ita Yuliati, menjelaskan bahwa Gymnastics Indonesia Open 2025 mempertandingkan lima disiplin senam, yakni trampolin (2-3 Juli), ritmik (4-6 Juli), artistik (8-11 Juli), aerobik dan parkour (11-13 Juli), dengan cabang parkour digelar terpisah di Bandung, Jawa Barat.
Ita menekankan bahwa kejuaraan ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga sarana penjaringan talenta potensial yang bisa diproyeksikan ke pelatnas dan ajang internasional, salah satunya Asian Youth Games.
"Kami terus memantau perkembangan atlet dari tahun ke tahun. Tidak hanya siapa yang menang, tapi juga siapa yang konsisten dan berkembang. Semua itu akan jadi pertimbangan untuk diproyeksikan ke pelatnas," ungkap Ita.
Baca Juga: Terungkap: Penyebab Mbappe Alami Gastroenteritis yang Bikin Berat Badannya Turun 6kg
Peningkatan jumlah peserta tahun ini juga menjadi indikator positif bagi pembinaan olahraga senam di Tanah Air.
"Tahun ini antusiasmenya luar biasa. Ini bukti pembinaan di daerah mulai masif dan senam semakin diminati," tambahnya.
Artikel Terkait
Keren, Indonesia Ukir Sejarah Baru Dipercaya sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Senam Dunia ke-53
Ketua Umum PB Persani: Kejuaraan Senam Dunia ke-53 Bakal Diikuti 500 Atlet dari 70 Negara
Kejuaraan Dunia Senam 2025 Bakal Digelar di Indonesia Arena Diikuti 500 Atlet
Kemenpora Dukung Penuh Gelaran Internasional Kejuaraan Dunia Senam ke-53 di Indonesia Arena
Mencegah Cedera Olahraga Senam