SportlinkNews - Tren positif Alwi Farhan serta ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari di Japan Open 2026 akhirnya harus terhenti pada babak perempat final.
Meski gagal melangkah ke empat besar, keduanya tetap menunjukkan perkembangan yang menjanjikan menjelang China Open pekan depan.
Alwi harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah Jepang, Kodai Naraoka, setelah melalui pertarungan sengit selama tiga gim dengan skor 18-21, 22-20, 18-21 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jumat, 17 Juli.
Baca Juga: Skuat Persebaya dalam Kondisi Prima Jelang Laga Pramusim Akhir Pekan Ini
Sementara itu, Ana/Trias menghentikan laju mereka setelah kalah dari pasangan Chinese Taipei, Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun, dalam dua gim langsung 18-21, 15-21.
Bagi Alwi, kekalahan tersebut tetap menjadi pengalaman berharga. Pebulu tangkis berusia 21 tahun itu mengaku puas karena mampu memberikan perlawanan hingga poin-poin terakhir meski harus menghadapi tekanan besar dari publik tuan rumah.
"Tetap bersyukur karena hari ini saya bisa berjuang sangat maksimal sampai akhir. Saya tidak membiarkan lawan menang dengan mudah dan tidak mau menyerah meskipun akhirnya kalah," kata Alwi.
Baca Juga: Igor Tolic Sajikan Menu Latihan Taktikal untuk Skuat Persib Menjelang Turnamen Piala Presiden 2026
Menurutnya, atmosfer pertandingan menjadi tantangan tersendiri. Dukungan penuh penonton membuat Kodai tampil semakin percaya diri, sementara dirinya juga sempat mengalami kram pada otot paha saat memasuki gim penentuan.
"Tidak mudah mengalahkan Kodai. Dengan dukungan tuan rumah dia bermain lebih semangat sehingga membuat saya tertekan," ujarnya
"Di gim ketiga otot paha saya sempat kram, tetapi saya yakin dia juga merasakan kelelahan. Pada akhirnya pengalaman menjadi pembeda."
Baca Juga: Persebaya Luncurkan Jersey Pramusim 2026/27 Terinspirasi Model Era 1998-2000
Meski gagal melaju ke semifinal, Alwi menilai pertandingan tersebut menjadi pelajaran penting dalam perjalanan kariernya.
"Saya belajar banyak, bagaimana melawan diri sendiri, melawan keraguan, melawan rasa capek, dan semua kondisi di lapangan. Saya akan kembali lebih kuat," ucapnya.
Di sektor ganda putri, Ana/Trias juga belum mampu melanjutkan tren positif yang mereka bangun sejak babak awal.
Baca Juga: Bali United Datangkan Tiga Pemain Asing, Begini Komentar Pelatih Johnny Jansen
Pasangan Indonesia itu mengakui terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga gagal mengimbangi permainan konsisten lawan.
"Tadi kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Banyak mati sendiri dan itu harus dikurangi ke depannya. Kami harus tampil lebih baik dan lebih fokus di China Open minggu depan," imbuh Trias.
Senada dengan pasangannya, Ana mengatakan mereka sebenarnya sudah siap menghadapi pertandingan. Namun, permainan yang kurang aman membuat banyak pengembalian bola menjadi tanggung jawab lawan.
Baca Juga: Resmi Kantongi Dukungan Pemkab Bantul, PSIM Jogja Tetap Berkandang di Stadion Sultan Agung
"Tidak ada kendala di lapangan. Kami sebenarnya sudah siap dan tidak terpengaruh karena kemarin tidak bertanding. Tapi hari ini kami kurang safe bermain. Banyak pengembalian bola yang mengambang dan kurang bagus," tambahnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pasangan Chinese Taipei yang tampil disiplin sepanjang pertandingan. "Mereka punya permainan yang aman, pola permainannya juga padu dan cukup kuat," ujarnya.