bulutangkis

10 Gelar Ganda Putra, Indonesia Masih Perkasa di Kejuaraan Dunia BWF

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:43 WIB
Pelatih Ganda Putra Tim Thomas Indonesia, Hendra Setiawan diberikan tugas khusus dari Ketua Umum PBSI untuk mengangkat mental juara para pemain di turnamen ini. (PBSI)

SportlinkNews - Jika berbicara tentang sejarah panjang ganda putra di panggung BWF World Championships, Indonesia masih berdiri paling depan.

Sepuluh kali gelar juara berhasil dibawa pulang dari kejuaraan dunia, menjadikan Merah Putih sebagai negara dengan koleksi titel terbanyak di sektor tersebut.

China menjadi negara yang paling dekat dengan catatan Indonesia. Negeri Tirai Bambu telah mengumpulkan delapan gelar juara, sekaligus menjadi pesaing utama dalam perebutan status negara tersukses di ganda putra kejuaraan dunia.

Baca Juga: Jeff Bezos dan Konsorsium 1892 Holdings Akuisisi 30 Persen Saham Liverpool

Koleksi Indonesia dimulai ketika kejuaraan dunia untuk pertama kalinya digelar pada 1977. Saat itu, pasangan Tjun Tjun/Johan Wahyudi menorehkan sejarah sebagai juara pertama ganda putra dalam ajang tersebut.

Tiga tahun berselang, Indonesia kembali menguasai podium tertinggi. Ade Chandra/Christian Hadinata menjadi pasangan kedua yang menyumbangkan gelar dunia untuk Indonesia pada edisi 1980.

Setelah itu, Indonesia harus melewati penantian panjang. Gelar ketiga baru datang 13 tahun kemudian melalui Ricky Subagja/Rexy Mainaky.

Baca Juga: Dijual Barcelona, Ferran Torres Resmi Gabung PSG

Ricky/Rexy membuka era baru kejayaan ganda putra Indonesia. Tidak hanya sekali, pasangan tersebut kembali menjadi juara dunia dua tahun kemudian ketika kejuaraan digelar di Lausanne, Swiss, pada 1995.

Tongkat estafet kemudian berpindah kepada Candra Wijaya/Sigit Budiarto. Mereka menjadi kampiun pada 1997 dan kembali menegaskan kuatnya tradisi ganda putra Indonesia di panggung dunia.

Namun, dominasi tersebut sempat terputus pada 1999. Pasangan Korea Selatan Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon merebut gelar juara.

Baca Juga: Kasus Laos Bikin Pelaksanaan Piala AFF 2026 Dipertanyakan

Indonesia kembali naik ke podium tertinggi pada 2001 melalui Tony Gunawan/Halim Haryanto.

Tony Gunawan kemudian mencatat keunikan tersendiri karena kembali menjadi juara dunia pada edisi tersebut, tetapi kali ini ia tampil di bawah bendera Amerika Serikat bersama Howard Bach.

Memasuki pertengahan 2000-an, China mulai memperlihatkan dominasinya. Chai Yun/Fu Haifeng menjadi salah satu pasangan yang menggeser peta persaingan ganda putra dunia.

Baca Juga: Tjetjep Firmansyah dan Jejak Kejayaan Aspac: Empat Gelar dan Lahirnya Para Bintang Indonesia

Indonesia kemudian kembali memiliki jawaban lewat Markis Kido/Hendra Setiawan. Duet tersebut menjadi juara dunia pada 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia, setelah menundukkan pasangan Korea Selatan Lee Yong Dae/Chung Jae Sung di final.

Dari seluruh nama yang pernah mempersembahkan gelar untuk Indonesia, Hendra Setiawan menjadi sosok paling menonjol. Bukan hanya karena koleksi gelarnya, tetapi juga karena ia melakukannya bersama dua pasangan berbeda.

Hendra tercatat empat kali menjadi juara dunia. Gelar pertama diraihnya bersama Markis Kido pada 2007. Setelah itu, Hendra melanjutkan kejayaannya bersama Mohammad Ahsan.

Baca Juga: Timo Ingin Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara Jadi Inspirasi Anak Perempuan

Hendra/Ahsan atau yang kemudian dikenal dengan julukan "The Daddies" mengoleksi tiga gelar juara dunia. Gelar pertama mereka diraih pada 2013 di Guangzhou, China.

Pada pertandingan final, Hendra/Ahsan berhasil menundukkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen untuk berdiri di podium tertinggi.

Dua tahun berselang, Hendra/Ahsan kembali menjadi juara. Kali ini mereka tampil di hadapan publik Istora Senayan dan berhasil mengalahkan pasangan China Liu Xiaolong/Qiu Zihan dalam dua gim.

Baca Juga: Pembalap F1 Lance Stroll Pamer Aston Martin Edisi Terbatas di Jalan Monaco

Gelar ketiga Hendra/Ahsan datang pada 2019 di Basel, Swiss. Perjalanan menuju titel tersebut menjadi salah satu final terberat mereka karena harus melewati pertarungan tiga gim menghadapi pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Empat gelar tersebut membuat Hendra Setiawan menjadi pemain ganda putra dengan koleksi gelar juara dunia dengan pasangan berbeda terbanyak sejauh ini. 

Catatan Hendra tersebut sejajar dengan torehan pasangan China Chai Yun/Fu Haifeng. Duet ini juga empat kali (2006,  2009, 2010, 2011) menjadi juara dunia dan tercatat sebagai salah satu pasangan paling dominan dan paling sulit dikalahkan dalam sejarah ganda putra.

Baca Juga: Coppa Italia: Fiorentina Cetak 4 Gol di Debut Mastantuono, Varela Tampil Impresif untuk Monza

Meski persaingan terus berubah dan generasi baru silih berganti, tinta emas Indonesia di sektor ganda putra belum terhapus. Dengan sepuluh gelar, Merah Putih masih menjadi pemilik rekor sebagai negara tersukses di nomor tersebut.

Kini, panggung BWF World Championships 2026 kembali membuka peluang bagi Indonesia untuk menambah koleksi gelar.

Tiga wakil Merah Putih, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, akan bersaing memperebutkan takhta bersama sejumlah kandidat kuat. 

Baca Juga: Manchester United dan Adidas Rilis Jersey Ketiga untuk Musim 2026/27

Mereka di antaranya Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan, Liang Wei Keng/Wang Chang dari China, serta sejumlah pasangan Eropa yang tengah mencuri perhatian.

Tags

Terkini