SportlinkNews - Gedung Putih dilaporkan tengah melakukan manuver politik tingkat tinggi untuk memengaruhi komposisi peserta Piala Dunia 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan telah mengajukan permintaan resmi kepada FIFA agar Italia ditunjuk menggantikan posisi Iran dalam turnamen tersebut.
Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian yang menyelimuti partisipasi tim nasional Iran dalam ajang sepak bola empat tahunan tersebut. Padahal, Piala Dunia 2026 kurang dari dua bulan lagi bergulir di Amerika Utara.
Keraguan mengenai keikutsertaan Iran mencuat setelah adanya isu penarikan diri dari pihak federasi mereka sendiri. Team Melli dikabarkan menarik diri dari Piala Dunia 2026 setelah merasa tidak mendapatkan jaminan keamanan dari penyelenggara.
Baca Juga: Bali United Kehilangan Boris Kopitovic di Laga Kontra Persita
Ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang memperkeruh situasi di luar lapangan menjelang turnamen. Perang antara Iran dan koalisi Amerika Serikat bersama Israel menjadi penyebabnya.
Kekosongan posisi yang mungkin ditinggalkan oleh Iran tersebut memicu spekulasi luas mengenai tim mana yang berhak mengisi slot tersebut. Tak pelak, muncul pertanyaan siapa yang akan menggantikan Iran di Piala Dunia 2026?
Di tengah situasi yang tidak menentu ini, Trump secara aktif mengajukan opsi pengganti untuk menjaga kelancaran turnamen di tanah airnya. Melihat kondisi itu, Trump punya usul kepada FIFA.
Baca Juga: Persis Solo Bungkam Bhayangkara FC, Althaf Indie: Persis Harus Bisa Bertahan di Super League
Rencana ini bukan sekadar wacana lisan karena melibatkan komunikasi diplomatik yang sangat serius antara kedua belah pihak. Menurut laporan Financial Times, Trump mengirim utusan khususnya, Paolo Zampolli, untuk bertemu FIFA.
Misi utama Zampolli adalah memastikan posisi Italia aman sebagai tim pengganti untuk mengisi slot kosong yang ditinggalkan negara Timur Tengah tersebut. Trump meminta Zampolli untuk membujuk FIFA memilih Italia sebagai tim yang menggantikan Iran.
Namun, usulan ini diprediksi akan menghadapi hambatan regulasi yang sangat besar dari otoritas sepak bola dunia. Bila itu yang terjadi, FIFA akan mengambil langkah kontroversial mengingat Italia berasal dari Eropa, sedangkan Iran dari Asia.
Baca Juga: Persebaya Bidik Poin di Kandang Malut United, Bernardo Tavares: Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama
Analisis politik menunjukkan bahwa desakan Trump ini memiliki dimensi kepentingan yang jauh lebih luas daripada sekadar olahraga. Menariknya, apa yang dilakukan Trump bukan murni dari keinginan melihat Italia di Piala Dunia 2026.
Langkah ini disinyalir sebagai upaya strategis untuk meredakan ketegangan diplomatik dengan salah satu sekutu pentingnya di Eropa. Trump melakukan hal tersebut untuk memperbaiki hubungan Italia dan Amerika Serikat yang sedang memanas.
Artikel Terkait
Tuntut Pindah ke Meksiko, Iran Ragukan Jaminan Keamanan FIFA
Meksiko Tutup Peluang Pindah Lokasi, Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat
Ghanbari Kembali ke Iran, Kapten Tim Sepak Bola Wanita Ini Mendapat Perlakukan Tak Terduga
Penampakan 2 Pesepak Bola Wanita Iran yang Dapat Suaka Kejar Mimpi di Australia
Presiden FIFA Pastikan Iran Tetap Berlaga di Piala Dunia 2026