Mohamed Salah Cetak Rekor, Mesir Raih Kemenangan Perdana dalam Sejarah Piala Dunia

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB
Mohamed Salah menjadi motor kemenangan Mesir 3-1 atas Selandia baru.
Mohamed Salah menjadi motor kemenangan Mesir 3-1 atas Selandia baru.

SportlinkNews - Tim nasional Mesir sukses menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola mereka setelah menumbangkan Selandia Baru pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026. Skuad The Pharaohs menang dengan skor meyakinkan 3-1 di Stadion BC Place Vancouver, Senin (22/6).

Aktor utama di balik performa impresif wakil Afrika tersebut tidak lain adalah sang penyerang andalan sekaligus kapten tim, Mohamed Salah. Eks Liverpool tersebut turut menyumbang satu gol krusial yang mengunci kemenangan perdana Mesir pada Piala Dunia 2026.

Poin penuh tersebut menghadirkan sukacita yang luar biasa karena memutus tren negatif Mesir dalam sejarah keikutsertaan. Sebelum laga historis ini bergulir, mereka hanya mampu mengemas tiga hasil imbang dan menelan lima kali kekalahan.

Baca Juga: Pemerintah AS Turun Tangan, Ibu Kiper Tanjung Verde Mendadak Viral

Berdasarkan data statistik yang dirilis oleh Opta, kemenangan impresif Mesir juga melahirkan sebuah catatan historis yang sangat langka. Mereka menjadi wakil benua Afrika pertama yang mampu membalikkan kedudukan setelah sempat tertinggal gol lebih dulu sejak edisi 2018.

Keberhasilan bangkit dari tekanan tersebut menyamai pencapaian impresif yang pernah diukir oleh tim nasional Tunisia saat menundukkan Panama delapan tahun silam. Mentalitas pantang menyerah yang diperagakan para pemain Mesir sepanjang laga terbukti menjadi pembeda kualitas yang sangat mencolok di lapangan.

Selain membawa timnya mencetak kemenangan perdana, Salah juga sukses memecahkan rekor personal yang sangat prestisius. Membobol gawang lawan pada usia 34 tahun dan tujuh hari menjadikannya sebagai pencetak gol tertua bagi Mesir di panggung Piala Dunia.

Baca Juga: Pahlawan Kiper Iran: Dulu Tunawisma, Kini Dikagumi Dunia!

Catatan legendaris tersebut menggeser rekor bertahan milik sang senior terdahulu, Magdy Abed El Ghani, yang sudah bertahan selama puluhan tahun. Magdy sebelumnya memegang rekor tersebut saat merobek jala gawang Belanda pada edisi Piala Dunia 1990 dalam usia 30 tahun dan 320 hari.

Sumbangan gol dari Salah sekaligus membantu Mesir mengakhiri paceklik produktivitas lini serang yang selama ini kerap menjadi momok. Keberhasilan mencetak tiga gol ke gawang lawan dalam satu laga mengulangi catatan apik mereka saat bersua Hungaria pada edisi 1934.

Di kubu berseberangan, hasil minor yang didapatkan di Vancouver ini menjadi tamparan keras bagi konsistensi permainan kolektif skuad Selandia Baru. Pertama kalinya dalam sejarah, All Whites harus menelan kekalahan pahit setelah sempat memimpin.

Baca Juga: Belum Apa-apa, Prancis Sudah Diimingi Bonus Besar

Pada dua momentum turnamen sebelumnya, tim perwakilan zona Oseania ini selalu memiliki formula jitu untuk menghindari kekalahan saat unggul terlebih dahulu. Selandia Baru tercatat sempat menahan imbang raksasa Italia dengan skor 1-1 pada edisi 2010 serta meredam agresivitas Iran 2-2 pada laga sebelumnya.

Kekalahan menyakitkan dari tangan Mesir ini otomatis memperpanjang daftar penantian panjang publik sepak bola Selandia Baru akan sebuah kemenangan perdana. Dari total delapan laga yang sudah mereka lalui di Piala Dunia, performa tim hanya berujung pada empat hasil imbang dan empat kekalahan.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X