UEFA Sebut Rencana Boikot Turnamen FIFA Masih Terbuka

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:34 WIB
UEFA memperpanjang kontrak kerja sama dengan Hankook Tire. (UEFA)
UEFA memperpanjang kontrak kerja sama dengan Hankook Tire. (UEFA)

SportlinkNews - Hubungan diplomatik antara UEFA dan FIFA dipastikan masih berada dalam kondisi memanas hingga saat ini. Sikap FIFA yang menarik rencana komersialisasi Piala Dunia belum mampu meredakan tensi tinggi di antara kedua lembaga tersebut.

UEFA secara terbuka menegaskan ancaman pemboikotan ajang internasional tetap membayangi agenda FIFA. Opsi boikot terhadap Piala Dunia serta turnamen bergengsi lainnya dipastikan masih tersaji di meja perundingan.

UEFA menilai langkah pembatalan proposal belum menyelesaikan akar permasalahan yang ada. Berdasarkan laporan The Guardian, kepercayaan UEFA terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino telah terdistorsi secara mendalam.

Baca Juga: PSIM Jogja Rekrut Striker Asal Paraguay untuk Pertajam Lini Depan

Ketidakpuasan UEFA dipicu oleh mekanisme penyusunan kebijakan yang dinilai mencederai prinsip tata kelola organisasi. Kebijakan komersial yang disusun FIFA dianggap mengancam stabilitas ekosistem sepak bola global secara luas.

"Bagi kami, tidak ada yang berubah. Pertama, proposal penjualan kompetisi utama harus benar-benar dibatalkan," demikian pernyataan UEFA.

"Kedua, harus ada jaminan bahwa upaya yang dapat merusak sepak bola seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Hingga saat ini, syarat-syarat tersebut belum terpenuhi."

Baca Juga: Persib Gagal di Piala Presiden, Igor Tolic Kini Fokus ke Super League dan ACL Two

Akar perselisihan ini bermula dari wacana pembentukan badan usaha baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Entitas tersebut sejatinya dirancang untuk mengelola sekaligus melepas sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia kepada pihak swasta.

Proyek pendorongan investor swasta itu memicu gelombang perlawanan sengit dari UEFA sejak awal digulirkan. UEFA menilai transparansi pembahasan FFE sangat minim dan mengabaikan peran asosiasi anggota dalam pengambilan keputusan.

Proses penyusunan proposal yang tertutup membuat tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino berada di titik terendah. UEFA merasa tidak dilibatkan secara patut dalam diskusi strategis yang menyangkut masa depan turnamen terakbar di dunia tersebut.

Baca Juga: Nama Java United FC Gantikan Malut United di Kompetisi Super League 2026/27

Tekanan masif yang datang dari berbagai pemangku kepentingan akhirnya memaksa FIFA mengambil langkah mundur. Badan sepak bola dunia tersebut mengumumkan pembatalan resmi atas rencana pengerukan modal dari investor asing.

FIFA juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggota. Pihak otoritas tertinggi di Zurich tersebut mengakui adanya kekeliruan fatal dalam penanganan serta penyusunan proposal bisnis tersebut.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: The Guardian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diego Forlan Resmi Jadi Pelatih Uruguay

Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:47 WIB

Messi Langsung Moncer Bantu Comeback Inter Miami

Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Trabzonspor Ikat Mohamed Salah Selama Dua Musim

Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Gawat, Tiga Gol Pemain Mallorca Tumbangkan PSG

Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:27 WIB
X