Alasannya terkait kondisi keamanan di negara tersebut.
Baca Juga: Barcelona Kehilangan Pemain Belakang Selama 4 Bulan
Konflik berkepanjangan yang melibatkan geng-geng bersenjata telah melumpuhkan ibu kota, Port-au-Prince.
Mereka menguasai sebagian besar wilayah kota dan memaksa sekitar 1,3 juta warga meninggalkan rumah.
Situasi itu juga memicu kelangkaan makanan dan membuat pemerintah setempat serta komunitas internasional mengimbau warga asing untuk tidak berkunjung akibat risiko penculikan, kriminalitas, dan aksi kekerasan bersenjata.
Baca Juga: Pesepak Bola Wanita Terseksi di Dunia Dibobol Maling
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas Migne sebagai pelatih.
Ia mengakui dirinya tidak bisa tinggal di negara tempat ia bekerja karena keadaan terlalu berbahaya.
Bahkan, tidak ada lagi penerbangan internasional yang mendarat di Haiti.
Baca Juga: Pengacara Kritik Federasi Sepak Bola Malaysia karena Bersikeras, Banding Tidak Berguna
Situasi ini memaksa Haiti bermain kandang di luar negeri, nyaris 1.000 kilometer dari tanah mereka sendiri.
Konflik internal di Haiti juga memunculkan konsekuensi lain.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memasukkan Haiti ke dalam daftar negara yang warganya dilarang masuk ke AS menjelang Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Inter dan AC Milan Khawatir, Nama-Nama Besar Semakin Diragukan untuk Derby
Kebijakan itu merupakan bagian dari larangan terhadap 12 negara yang ia umumkan pada Juni lalu.