SportlinkNews - Untukmu Bangsaku. Dua kata itu melekat pada Wismoyo Arismunandar. Ia piawai membakar semangat juang para atlet.
Kata-kata yang dilontarkannya sarat makna. Teramat dalam untuk perjuangan anak bangsa. Maklum, DNA Wismoyo seorang pejuang. Jenderal bintang 4 ini memimpin KONI Pusat periode 1995-1999, dan 1999-2003 dengan jiwa patriot.
Ketegasannya dalam memimpin memberi warna berbeda pada dunia olahraga Indonesia. Wibawanya membuat ia disegani para atlet, pengurus cabang olahraga dan insan olahraga lainnya.
Baca Juga: KONI Pusat dan Chandra Asih Edukasi Operasi Semut di Jakarta Martial Arts Extravaganza 2025
“Kita selalu mengenang Pak Wismoyo sebagai Ketua Umum KONI Pusat,” kata Ketum KONI Pusat Marciano Norman bercerita saat berkunjung ke kediaman Almarhum Wismoyo di Bambu Apus, Jakarta Timur.
Kedatangan Marciano Norman bukan sekadar bersilaturahim. Tapi, juga memberikan apreasiasi kepada Wismoyo yang dedikasinya di dunia olahraga tak diragukan.
Penghargaan KONI Lifetime Achievement Award itu diserahkan langsung kepada istri almarhum Wismoyo, Siti Hardjanti pada Senin 19 Mei 2025.
“Kami selalu menjadikan Pak Wismoyo sebagai rujukan dalam membina olahraga prestasi Indonesia, kalau kita ingat kata-kata di lagu Mars Patriot, itu kata-kata beliau ke satuan-satuan hingga atlet-atlet,” sambungnya mengenang Wismoyo yang wafat pada 28 Januari 2021 (usia 80 tahun).
Marciano tegaskan bahwa semangat Wismoyo Arismunandar selalu melekat pada Patriot Olahraga Indonesia.
“Kesetiaan adalah kebanggaanku..., disiplin satu-satunya nafasku..., demi jayanya sang Merah Putih, kehormatan adalah segalanya.. gemertak tulang mendidih darahku..., semangat berapi membakar batinku..., Tuhan adalah kekuatanku, semangat berapi membakar batinku..., Tuhan adalah kekuatanku, setiap kuhadapi lawanku, biar mata dunia memandang Indonesia..., kita dahsyat dan perkasa, biar mata dunia memandang Indonesia, Kita Dahsyat dan Perkasa, Kami Patriot!”.
Baca Juga: Bukan Fun Bike Kaleng-kaleng, Siapa Mau Hadiah Sepeda Motor Listrik
Hardjanti pun cerita bagaimana almarhum suaminya begitu cinta dengan olahraga Indonesia.
Artikel Terkait
Tottenham Vs Manchester United: Tujuh Kunci Final Liga Europa
China Takut Melawan Timnas Indonesia, Soroti Pemain Naturalisasi Ini
Tiket F1 The Movie Mulai Dijual untuk Tayangan Perdana di Bioskop Amerika
Tiga Ganda Campuran Indonesia Melangkah ke Babak Dua Malaysia Masters 2025
Imran Nahumarury, Dobrak Dominasi Asing di Pelatih Terbaik Liga 1 2024/25