SportlinkNews - Pemanjat tebing Indonesia, Ramadhan Ravianto sukses membawa pulang medali di ajang kompetisi boundering terbesar di Prancis, "Tout à Blocs 2025" yang diselenggarakan pada 24-26 Juli kemarin.
Ia membawa pulang medali perak usai mencatatkan nilai terbaik kedua pada perlombaan yang berlangsung di L'Argentière-la-Bessée, dekat Briançon, Prancis.
Memiliki poin yang sama dengan peraih emas, pemanjat tuan rumah, Mickaël Mawem dari Tim Equipe LFM, tetapi Ravianto kalah dari percobaan. Sementara posisi ketiga ditempati pemanjat Prancis lainnya, Thomas Lemagner dari Occit' A Bloc.
Baca Juga: Sang Profesor Thom Haye Masih Nganggur, Begini Saran Penggemar Sepak Bola Nasional
Sayangnya, kembaran Ravianto, Ramadhan Raviandi hanya finis posisi ke delapan di putaran final. Padahal sebelumnya di babak kualifikasi Raviandi menempati posisi teratas, sedangkan Ravinato hanya di peringkat lima.
Prestasi ini sangat berarti bagi Ravianto karena "Tout à Blocs" dikenal sebagai salah satu kompetisi boulder terbesar di Prancis, yang menarik ribuan peserta dan penonton.
Kompetisi ini memiliki keunikan dalam format International Open-nya, yang menyatukan atlet amatir dan profesional.
Baca Juga: Serie A 2025-26: Jadwal Pertandingan Pekan 1, Peluang Taruhan Langsung & Pratinjau Musim
Hal ini memungkinkan semua peserta untuk berbagi pengalaman, bertemu orang-orang baru, dan menikmati waktu bersama.
"Saya sangat bersyukur bisa ambil bagian di kompetisi bergengsi di Prancis, menjadi atlet asal Indonesia yang bisa merasakan atmosfer kompetisi di sini dan bisa membawa pulang medali," ujar Ravianto setelah upacara penghargaan.
"Suasana di sana luar biasa, dengan dukungan dari sesama pemanjat, penonton, dan para juri. Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan."
Baca Juga: The Guardian of Saburai Resmi Diluncurkan: Bhayangkara Lampung Siap Guncang Super League 2025/26
Ravianto juga menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun jalur (route setters) atas rute-rute yang menantang namun luar biasa, serta kepada penonton yang terus memberikan semangat tiada henti.
"Dukungan yang luar biasa membuat semua perbedaan," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Ravianto juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh selama kompetisi, termasuk teman-teman dekat dan saudara kembarnya, Ravianto Ramadan.
Baca Juga: Ini Pemain yang Masih Dibutuhkan 5 Klub Teratas Serie A Musim Panas
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Herry Heryawan, turut menyampaikan apresiasinya. Mengingat selama ini Indonesia masih sedikit tertinggal di nomor boulder dibandingkan speed.
"Prestasi Ravianto di 'Tout à Blocs 2025' adalah bukti nyata dedikasi dan potensi atlet panjat tebing Indonesia (boulder) bisa bersaing di level dunia," tukasnya.
"Kami sangat bangga atas medali perak yang diraihnya, dan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh atlet serta pembinaan panjat tebing di tanah air, khususnya di nomor boulder untuk terus mengukir prestasi di kancah internasional," kata Herry Heryawan menambahkan.
Artikel Terkait
Olimpiade Paris 2024: Utak Atik Peluang Medali Indonesia dari Angkat Besi dan Panjat Tebing
Catatan Olimpiade Paris 2024: Terima Kasih Veddriq, Panjat Tebing, Kalbar
Jadwal Lengkap Pertandingan PON Wilayah Aceh Minggu 8 September, Peraih Emas Olimpiade Paris Tampil di Final Panjat Tebing
FPTI Gelar Seleksi Nasional Pelatnas Utama Panjat Tebing 2025
Panjat Tebing Indonesia Semakin Terkenal, Yenny Wahid Jabat Wakil Presiden IFSC Asia 2025-2027