Djokpram, begitu sapaan akrabnya, mampu membawa Angkat Besi ke tingkat dunia. Angkat besi menjadi langganan peraih medali dalam olimpiade.
Ada lagi contoh, Pully Azwar, juga sudah berusia 65an. Ia sukses mengarsiteki dua anaknya untuk menjadi juara dunia jetski. Dan, Prabowo sendiri sebagai mengalami hal itu. Di tangannyalah Silat menyumbangkan 14 medali emas Asian Games.
Dari fakta itu, saya ingin mengatakan janganlah terlalu terpaku memilih Menpora berdasarkan usia yang muda.
Baca Juga: Pesan Donnarumma untuk Penggemar Manchester City: Ciptakan Sejarah Bersama
Jika memang ada, tidak masalah, tetapi jika dipaksakan padahal sang calon tidak memiliki basis keolahragaan yang mumpuni, saya khawatir dunia olahraga kita justru menjadi mundur.
Indahnya, jika Prabowo memilih mereka yang profesional di bidangnya. Praktisi yang memiliki pengalaman mumpuni.
Calon yang sudah teruji dalam bergelut baik sebagai atlet, pengurus, analis, atau mereka yang memang tak terbantahkan bergelimangan di dunia olahraga.
Baca Juga: Sabet Medali Emas di Kejuaraan Dunia, Seraf Naro Makin Pede ke SEA Games 2025
Saya menutup tulisan ini dengan menyadur sebuah hadist Nabi Muhammad SAW: "Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya". Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA:
Semoga bermanfaat...
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Wamenpora Taufik Hidayat Pastikan Program Kemenpora Tetap Berjalan Meski Kursi Menpora Kosong
Mencetak 4 Gol Melawan Denmark, Timnas Indonesia Menjuarai Turnamen Internasional
Derby Manchester Berpotensi Tanpa 13 Bintang
Dana White Akan Sulap Tinju Jadi NFL
Momen Mengerikan, Pembalap Sepeda Seruduk Motor Polisi yang Melintas