Ketika di usia 13 tahun menurut Sadiq akan diberikan dasar tekni, taktik, disiplin latihan. Dari sana akan terlihat bakat seseorang pada cabang olahraga.
"Sedangkan pada Tahap Prestasi pentingnya seorang atlet mengikuti kompetisi reguler," ujarnya.
Sadik juga menekankan pentingnya pengembangan karier kedua bagi para mantan atlet yang telah berakhir masa kejayaannya, yaitu misalnya menjadi pengusaha, pelatih/wasit profesional, atau masuk manajemen federasi.
“Di samping itu juga diperlukannya jaminan sosial berupa Asuransi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Tenaga Kerja sebagai proteksi masa depan atau di hari tua, di samping Bintang Jasa dari Negara,” katanya lagi.
Baca Juga: Chaba Kaew Hajar Timnas Putri Indonesia 8-0, Madam Pang Guyur Bonus Rp 260 Juta
Sadik Algadri juga menuangkan pemikiran soal industri olahraga. Menurutnya satu bidang ini menggabungkan olahraga dengan aspek ekonomi yang mencakup: produksi peralatan olahraga, penyelenggaraan event, jasa pelatihan cabor, media digital olahraga dan sport tourism.
Pemikiran ini sangat relevan dengan realita olahraga Indonesia saat ini. Meskipun nilai pasar industri terus meningkat, masalah kesejahteraan atlet purna tugas masih sering mencuat ke publik.
Bahkan ada kisah miris atlet yang harus menggadaikan medalinya untuk menyambung hidup.
Kekhawatiran ini sejalan dengan data bahwa risiko finansial atlet sangat besar, terutama bagi mereka yang pensiun dini akibat cedera tanpa perlindungan kelembagaan yang jelas.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Primer Inggris Pekan 14, Arsenal Menjauh
"LTAD menjamin atlet mencapai prestasi puncak, serta sekaligus menjadi tenaga terampil yang dibutuhkan industri olahraga serta juga siap sebagai Duta Bangsa yang handal berdiplomasi mewakili negaranya di dunia Internasional," tandas Sadiq.
Diskusi yang berlangsung di Ruang Apung Perpustakaan Universitas Indonesia pada 1 Desember 2025 itu juga menghadirkan nara sumber Sekjen KONI Pusat Tb. Ade Lukman, Anjar Nugroho (Commercial & Partnership KONI Pusat), Mufidi M (SM School of Sport Management), Muhamad Budi Negoro (Indsutry Practitioner), dan Dr. drs Uden Kusumawijaya (Ketua PSSDIO SKSG UI).
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Duka Sumatera Duka Kita: KONI Pusat Serukan Solidaritas Masyarakat Olahraga
Menpora Erick Thohir Apresiasi Transformasi KONI dan Perlunya Memperkuat Sinergitas Organisasi Olahraga
Kembali dari Pensiun, Kenapa Marcelo Ingin Main Bareng Mbappe?
Mengapa Spanyol Difavoritkan untuk Memenangkan Piala Dunia 2026?
Pot Undian Piala Dunia 2026: Statistik dan Fakta Setiap Tim yang Lolos