SportlinkNews - Emas dari nomor lompat galah putri cabang atletik menjadi penutup hari kedua pertandingan SEA Games 2025.
Hingga Selasa, 11 Desember 2025, Indonesia telah menambah sembilan medali emas ke dalam pundi-pundi medali.
Kesembilan emas itu datang dari lintasan, gelanggang, kolam, hingga arena ekstrem, menandai performa impresif Merah Putih dalam perburuan prestasi di Thailand.
Baca Juga: Lion City Sailors Tersingkir, Bangkok United Kesulitan Menemukan Ritme Permainan Saat Melawan Persib
Emas pertama diperoleh dari arena cyclocross MTB, ketika Sanjaya Rendy Varera tampil eksplosif di nomor Men’s Cross Country Eliminator.
Ia melesat tanpa tersentuh sejak semifinal hingga final, memastikan Indonesia kembali unjuk taring di cabang balap sepeda gunung.
Dari arena seni bela diri, dua emas lahir beruntun. Dwi Ani Retno Wulan menyumbangkan kemenangan pada nomor MMA Traditional Female -54 kg, setelah tampil dominan dengan teknik bersih dan agresivitas tinggi.
Baca Juga: Persib Juara Grup G AFC Champions League Two, Bojan Hodak: Ini Catatan Bagus Bagi Sepak Bola Indonesia
Sementara itu di karatedo, Leica Al Humaira Lubis mengibarkan Merah Putih lewat kemenangan meyakinkan di nomor Kumite Women’s over 68 kg, menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu karateka paling konsisten di Asia Tenggara.
Tidak ketinggalan, dari canoeing kembali melahirkan medali emas.
Kali ini emas datang dari duet Stevani Mayche Ibo/Subhi yang tampil kompak dan bertenaga dalam nomor Mixed Kayak Double 200 meter, mengalahkan tuan rumah pada detik-detik terakhir.
Baca Juga: Nike Rilis Phantom 6 Black Mamba, Sepatu Sepak Bola Terinspirasi Kobe Bryant
Sementara itu, di nomor Mixed Slalom Waterski, tim Indonesia yang diperkuat Guruh Dwi Samudra, Indra Hardinata, Ummu Toyibatuh Sholikah, dan Safira Ratriandari Widodo berhasil mencatatkan skor tertinggi dan meraih emas yang sangat dinanti.
Keberhasilan Indonesia juga merembet ke cabang renang. Dua nomor gaya punggung menjadi milik Merah Putih.
Jason Donovan Yusuf tampil eksplosif untuk merebut emas di nomor 50 meter gaya punggung putra, disusul oleh Masriani Wolf yang memenangi 50 meter gaya punggung putri.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Siap Ubah Gaya Balap Jelang MotoGP 2026 Usai Bertemu Marc Marquez
Dua emas dari kolam renang ini sekaligus mengukuhkan kebangkitan renang Indonesia di level regional.
Dari arena basket 3x3 putri, Indonesia yang diperkuat Dewa Ayu Made Sriatha Kusuma Dewi, Agustin Elya Gradita Retong, Evelyn Fiyo, dan Kimberley Pierre Louis sukses mencatatkan sejarah baru dengan merebut medali emas.
Tampil solid sepanjang turnamen, mereka memastikan emas setelah mengatasi tekanan tuan rumah pada laga final yang berakhir dengan skor akhir 20-18.
Baca Juga: Jelang Musim Baru, IBL 2026 Bakal Lebih Melibatkan Hubungan Emosional Pencinta Basket
Momen paling emosional terjadi di lintasan atletik. Diva Renata Jayadi kembali mengukir sejarah melalui emas di nomor lompat galah putri.
Tak hanya menjadi juara, Diva juga memecahkan rekor nasional dan rekor SEA Games lewat lompatan 4,35 meter. Emas ini sekaligus mengakhiri penantian 22 tahun Indonesia di nomor tersebut.
Sayangnya, dari sembilan emas tersebut, emas dari cabor Mixed Martial Art (MMA), seperti yang diberikan oleh media asing lainnya, hanya dianggap sebagai acara eksibisi.
Baca Juga: Brandone Francis Bakal Jadi Amunisi Baru Rajawali Medan di IBL 2026
Karena ini adalah performa perdana cabor MMA masuk dalam program kompetisi.
Sesuai dengan MoU antara MMA dengan Dewan SEA Games, semua medali MMA diputuskan tidak dimasukkan ke dalam perhitungan medali keseluruhan. Cabor ini dimasukkan ke dalam kategori baru yang disebut "Olahraga untuk Penciptaan Nilai."
Alasan penambahan MMA di SEA Games ini didasarkan pada MoU dengan Malaysia dan Singapura, sebagai tuan rumah SEA Games ke-34 dan ke-35, yang mensyaratkan penggunaan hanya olahraga yang saat ini termasuk dalam SEA Games ini.
Baca Juga: Legenda Balap Sepeda Inggris Ini Mengalami Kecelakaan Terburuk dalam Insiden Sepeda Gunung
Oleh karena itu, MMA ditambahkan untuk memastikan partisipasinya dalam SEA Games mendatang. Namun, penambahan ini tidak akan dihitung dalam perhitungan medali, sebab MMA hanya akan diperlakukan sebagai olahraga demonstrasi.
Meski sukses menambah delapan medali emas (resminya), tetapi Indonesia sudah tersalip oleh Vietnam yang kini bertengger di posisi runner up di klasemen sementara perolehan medali.
Vietnam mengoleksi 14 emas, 8 perak, dan 27 perunggu. Hanya terpaut satu emas dengan Indonesia yang turun di posisi ketiga dengan catatan 13 emas, 20 perak, dan 13 perunggu.
Baca Juga: Monster Energy Honda HRC Umumkan Pembalapnya yang akan Berkompetisi Sepanjang 2026
Artikel Terkait
SEA Games 2025: Peluang Timnas Indonesia U-22 di Ujung Tanduk, Mental Pemain Tetap Terjaga
Hitung-Hitungan Indonesia ke Semifinal SEA Games 2025 Usai Vietnam Kalahkan Malaysia
SEA Games 2025: Vietnam Jadi Lawan Timnas Putri Indonesia, Medali Jadi Target Utama
Sukses Raih Emas Pertama, Timnas Basket 3x3 Putri Torehkan Sejarah di SEA Games 2025
SEA Games 2025: Diva Renatta Akhiri Penantian 22 Tahun, Emas Lompat Galah Kembali untuk Indonesia