Ketum KONI Pusat: Mohon Doa Seluruh Rakyat Indonesia untuk Ellyas Pical

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 3 Maret 2026 | 15:36 WIB
Ketum KONI Pusat Marciano Norman bersama Ellyas Pical (KONI)
Ketum KONI Pusat Marciano Norman bersama Ellyas Pical (KONI)

Terinspirasi dari Ali, ia akhirnya memulai latihan tinju pada usia 13 tahun tanpa sepengetahuan orang tuanya, sebab Elly dilarang tinju.

Semasa aktif menjadi atlet, Ellyas Pical terkenal dengan hook dan uppercut kiri yang akurat, cepat sekaligus keras. Kemampuan baik tersebut membuat Ellyas dijuluki The Exocet, sebuah rudal buatan Prancis yang digunakan Inggris dalam perang Malvinas.

Baca Juga: Rio Ferdinand dan Istrinya Terjebak di Dubai dalam Karantina Mirip Covid di Tengah Serangan Rudal Iran

Berikut perjalanan singkatnya;
• Mengawali karier tinju dari tingkat kabupaten hingga internasional.
• Karier profesional di kelas bantam junior mulai tahun 1983.
• Ellyas Pical juara Orient and Pacific Boxing Federation (OPBF) setelah kalahkan Hi-yung Chung asal Korea Selatan dengan menang angka 12 ronde di Seoul pada 19 Mei 1984. (bantam junior/ kelas super terbang).
• Elly meraih juara International Boxing Federation (IBF) setelah membuat KO Chun Ju-do. Ia kalahkan petinju asal Korea di Jakarta pada 3 Mei 1985 ketika berusia 25 tahun.

Baca Juga: Cedera Lutut Misterius, Mbappe Terbang ke Prancis untuk Second Opinion

Padahal Chun Ju-Do sempat merendahkan Ellyas, “Elly Pical adalah anak kecil buat saya”.
• Gelar dunia berhasil dipertahankan dari petinju Australia, Wayne Mulholland pada 25 Agustus 1985.
• Elly sempat kalah dari petinju Republik Dominika, Cesar Polanco di Jakarta.
• Tak menyerah, Elly akhirnya dapat mengalahkan Polanco secara KO pada pertandingan ulang di Jakarta pada 5 Juli 1986.
• Ia mampu mempertahankan gelar dari petinju Korea, Dong-chun Lee
• Kekalahan terjadi pada Elly, ia kalah KO pada ronde 14 dari petinju Thailand, Khaosai Galaxy pada 1987.

Baca Juga: Cedera Lutut Misterius, Mbappe Terbang ke Prancis untuk Second Opinion

• Dengan semangat yang besar, akhirnya Elly berhasil merebut kembali gelar IBF (bantam junior/ kelas super terbang) dari Tae-il Chang dari Korea Selatan pada 17 Oktober 1987. Gelar tersebut berhasil dipertahankan selama 2 tahun.
• Akhirnya, Elly harus kembali kehilangan gelar tersebut karena kalah dari petinju Kolombia, Juan Polo Perez pada 14 Oktober 1989 di Virginia, Amerika Serikat.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X