KONI Pusat Dorong Indonesia Jadi Sport Nation, Ini Pondasi yang Dibutuhkan

Suryansyah, Sportlink News
- Jumat, 15 Mei 2026 | 16:06 WIB
Sekjen KONI Pusat Drs. Tubagus Lukman Djajadikusuma, MEMOS menegaskan Indonesia harus punya pondasi yang kuat sport nation untuk menjadi bangsa olahraga.
Sekjen KONI Pusat Drs. Tubagus Lukman Djajadikusuma, MEMOS menegaskan Indonesia harus punya pondasi yang kuat sport nation untuk menjadi bangsa olahraga.

"Kenapa prestasi olahraga di Amerika begitu kuat? Itu karena pembinaannya berjalan dengan baik dan benar. Mereka menjaring atlet dari usia dini dan NCCA sebagai wadah pembinaan menuju atlet profesional," terang Ade Lukman.

Menurut KONI Pusat, konsep sport nation harus dimulai dari pembudayaan olahraga sejak usia dini, penguatan kompetisi berjenjang, peningkatan kualitas pelatih, serta pemanfaatan sport science dan teknologi dalam pembinaan atlet.

KONI juga menilai sinergi antara pemerintah, induk cabang olahraga, dunia pendidikan, swasta, dan media massa menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Harden Ambil Alih, Cavaliers Balik Tekan Pistons dan Unggul 3-2

Selain mengejar prestasi internasional, pembangunan olahraga nasional juga diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, disiplin, dan memiliki semangat kompetitif tinggi.

“Olahraga adalah investasi bangsa. Ketika olahraga tumbuh, maka kualitas sumber daya manusia juga ikut meningkat,” lanjutnya.

KONI Pusat berharap semangat sport nation dapat menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga olahraga benar-benar menjadi budaya nasional yang mengakar dari daerah hingga tingkat internasional.

"Ini sangat penting menuju Indonesia Emas pada Olimpiade 2044. Setidaknya prestasi olahraga kita bisa menembus 5-10 besar," ujarnya.

Baca Juga: Ralf Schumacher Blakblakan Minta Lewis Hamilton dan Fernando Alonso untuk Mundur dari F1

Waktu yang tersisa 19 tahun menuju Indonesia Emas pada Olimpiade 2044 ini harus benar-benar dimanfaatkan. Artinya kata Ade Lukman, pembinaan harus dilakukan usia dini, sehingga pada Hari H nanti, atlet tersebut berada usia emas.

"Jika kita tidak melakukan pembinaan dari usia dini, target 5 besar pada Olimpiade 2044 itu akan menjadi lelucon sejarah," ujarnya.

Tapi jujur saja, rakyat perlu tahu: bagaimana kita bisa masuk 5 besar dunia jika 'kendaraan' untuk mencapainya, yaitu KONI, sedang dipreteli mesinnya?

"Kita punya atlet berbakat, tapi sistem pendukungnya sedang mengalami anemia kronis," tandas Ade Lukman.

 

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X