SportlinkNews - Indonesia semakin menunjukkan eksistensinya di disiplin lead panjat tebing dunia.
Meski gagal meraih medali pada World Climbing Series Innsbruck 2026 di Austria, pencapaian Putra Tri Ramadani menjadi bukti bahwa Merah Putih kini tidak lagi hanya dikenal sebagai kekuatan nomor speed.
Pemanjat yang akrab disapa Srondeng itu menutup kompetisi di posisi keempat nomor lead putra setelah mencatat skor 40+ pada final yang berlangsung Minggu, 21 Juni waktu setempat.
Baca Juga: Tur Pramusim: Aston Villa Bawa 10 Pemain Piala Dunia 2026 ke Jakarta, Tiket Mulai Rp350 Ribu
Hasil tersebut memang belum cukup mengantarkannya ke podium, namun tetap mempertegas statusnya sebagai salah satu pemanjat lead terbaik dunia saat ini.
Di tengah persaingan yang dihuni para spesialis elite dunia, Srondeng harus berhadapan dengan nama-nama besar dunia.
Mereka yakni, Neo Suzuki dan Sorato Anraku dari Jepang, Alberto Gines Lopez dari Spanyol, Jakob Schubert dari Austria, hingga legenda panjat tebing Ceko, Adam Ondra.
Baca Juga: Wajib Menang Lawan Skotlandia, Brasil Tidak Boleh Terlena Status Unggulan
Meski menghadapi lawan-lawan berkelas dunia, pemanjat Indonesia itu mampu bertahan dalam perebutan posisi teratas hingga bagian akhir jalur final.
Persaingan berlangsung sangat ketat. Neo Suzuki keluar sebagai juara dengan skor 42+, sementara Alberto Gines Lopez dan Jakob Schubert melengkapi podium setelah sama-sama mencatat skor 42.
Srondeng hanya terpaut tipis dari zona medali setelah membukukan skor 40+.
Baca Juga: Pahlawan Kiper Iran: Dulu Tunawisma, Kini Dikagumi Dunia!
Meski tidak mengulang keberhasilan meraih emas di Praha dua pekan sebelumnya, performa Srondeng di Austria justru memperlihatkan konsistensi yang menjadi indikator penting dalam olahraga panjat tebing modern.
Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa atlet Indonesia kini mampu bersaing secara reguler dengan pemanjat-pemanjat terbaik dunia pada disiplin lead.
"Yang paling penting adalah konsistensi. Srondeng kembali masuk final dan bersaing ketat dengan para atlet papan atas dunia. Ini menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan di nomor lead," kata Wahyu.
Baca Juga: Lamine Yamal Emosional Cetak Gol Debut di Piala Dunia 2026
Perkembangan tersebut juga tercermin dalam daftar peringkat dunia terbaru. Srondeng kini menempati posisi keenam dunia nomor lead putra dengan koleksi 3.465 poin.
Posisinya berada tepat di belakang para pemanjat elite seperti Neo Suzuki, Alberto Gines Lopez, dan Lee Dohyun.
Keberadaan Srondeng di enam besar dunia menjadi pencapaian penting bagi panjat tebing Indonesia. Selama bertahun-tahun, Indonesia identik dengan dominasi nomor speed.
Baca Juga: Belum Apa-apa, Prancis Sudah Diimingi Bonus Besar
Kini, lewat penampilan konsisten Srondeng, Indonesia mulai mendapat pengakuan sebagai negara yang mampu bersaing di nomor lead.
Bahkan, ia menjadi satu-satunya atlet Asia Tenggara yang berhasil menembus kelompok elite dunia pada disiplin tersebut.
Wahyu berharap pencapaian Srondeng dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk menekuni nomor lead maupun boulder yang selama ini belum sepopuler speed.
Baca Juga: Mesir Comeback Raih Kemenangan Pertama Moh Salah Menggila
"Apa pun hasilnya, Srondeng sudah mengirim pesan kepada dunia bahwa Indonesia punya kekuatan baru di nomor lead," tuturnya.
Artikel Terkait
Kasus Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing Masuk Ranah Hukum, Pemerintah Dorong Perbaikan Sistem Pembinaan
Timnas Panjat Tebing Siap Rebut Tiket Asian Games di Kejuaraan Asia 2026
16 Atlet Panjat Tebing Indonesia di Kejuaraan Asia 2026
Atlet Panjat Tebing Indonesia Dilirik Turki, FPTI Pastikan Loyalitas Tetap untuk Merah Putih
Fokus Mental dan Chemistry, Galar Pandu Asmoro Ubah Pendekatan Timnas Panjat Tebing