Keduanya sama-sama membukukan waktu 4,70 detik, namun Omasa unggul tipis dengan catatan 4,701 detik, sedangkan Zhao mencatat 4,704 detik.
Setelah rangkaian kompetisi Eropa berakhir, para atlet speed akan melanjutkan perjuangan ke China untuk mengikuti dua seri berikutnya di Guiyang dan Chongqing pada September mendatang.
Sepanjang musim ini, Indonesia sudah mendapatkan empat emas di World Climbing Series 2026. Termasuk dari nomor lead putra saat IFSC World Climbing Serie Prague, atas nama Putra Tri Ramadani.
Baca Juga: Pieter Huistra Kembali Dipercaya Melatih PSS Sleman Menghadapi Super League 2026/27
Capaian tersebut membuat edisi 2026 ini menjadi yang terspesial, karena untuk pertama kalinya Indonesia mendapatkan emas di nomor lead dan momen kebangkitan Veddriq setelah sekian lama tidak juara.
Artikel Terkait
Kiromal Katibin Puncaki Peringkat Dunia IFSC Nomor Speed Putra
Indonesia Tutup Musim IFSC World Cup 2025 dengan Prestasi Dunia, Katibin Nomor Satu dan Desak Tiga Besar
Indonesia Bidik Podium di IFSC World Climbing 2026 Series Wujiang
IFSC World Climbing Series 2026: Desak Made Jadi Penyumbang Medali Indonesia di Wujiang
Bidik Tren Positif, Indonesia Turunkan 10 Atlet di IFSC World Cup Chamonix