SportlinkNews - Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 mulai mengusik KONI Kabupaten/Kota. Hal itu dialami di wilayah Kalimantan Timur.
Kebijakan kontroversial yang ditandatangani Menpora Dito Ariotedjo itu dinilai sangat mengganggu pembinaan atlet.
Pengurus KONI Kabupaten/Kota di Kaltim pun menyampaikan keadaan tersebut kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Selasa 1 Juli 2025.
Mereka yang hadir bersama dengan KONI Kalimantan Timur antara lain KONI dari Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, berharap Permenpora Nomor 14 tahun 2024 dicabut.
Baca Juga: Mat Sanusi dan Zuwanda Berebut 69 Suara Pada Musorprovlub KONI Jambi
“Saya ke sini untuk mendengarkan keluhan mereka, karena ini harus juga ditanggapi secara serius agar pembinaan olahraga prestasi di daerah terus berjalan,” kata Marciano Norman.
“Saya berharap Kepala Daerah dengan bijak bisa melihat pembinaan olahraga prestasi berjalan baik, dan tidak sedikitpun berdampak atas Permenpora Nomor 14 Tahun 2024,” imbuh pensiunan jenderal bintang tiga itu.
Sebelumnya, di awal pertemuan Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menerangkan bagaimana Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 berdampak negatif terhadap pembinaan olahraga di Kaltim.
Baca Juga: Permenpora No.14 Tahun 2024 Mengganggu Pembinaan Atlet, KONI Se-Jawa Tengah Minta Dicabut
“Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 ini membuat harap-harap cemas, mudah-mudahan dicabut,” tegasnya.
Keresahan disampaikan KONI Kabupaten/Kota yang hadir. Salah satu pengurus KONI Kutai Timur, Rudy Hartono menerangkan bagaimana sulitnya membina olahraga tanpa dukungan pemerintah daerah.
“Kami menyadari kalau KONI kabupaten/kota, yang kami harapkan hanya dana hibah dari pemerintah daerah. Di daerah kami banyak perusahaan tambang batu bara dan kelapa sawit tapi mereka punya kebijakan di pusat, sehingga tidak bisa memberikan bantuan pembinaan,” terang Rudy.
Baca Juga: Manchester United Mengikat Kid Messi, Ronaldo Jr Terabas Tim U-18
Di sisi lain, Ketum KONI Pusat bersyukur menyiasati minimnya dukungan dari pemerintah melalui kolaborasi dengan swasta, seperti yang dilakukan di Samarinda dengan KONI-Bayan Championship II/2025 yang tengah berlangsung.