Yosua menyatakan bahwa pelantikan ini menjadi langkah awal untuk membangun organisasi KONI yang independen, profesional, dan membawa nama baik Papua Tengah di kancah nasional dan internasional.
“KONI bukan milik saya pribadi atau pengurus, tapi milik seluruh rakyat Papua Tengah. Saya berkomitmen penuh untuk memimpin organisasi ini dengan integritas, kejujuran, dan profesionalisme,” tegasnya.
Diketahui, PON 2028 akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh karena itu, Ketua KONI diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik, mengedepankan semangat kolektif, serta menjauhkan praktik eksklusifitas agar KONI Papua Tengah semakin solid dan siap bersaing.