lain-lain-olimpik

Kursi Menpora Masih Kosong, Nama Erick Thohir Teranyar Mencuat di Bursa Kandidat

Rabu, 17 September 2025 | 01:22 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dalam jumpa pers di Media Center SUGBK, Senayan, Jakarta, 16 September 2025. (PSSI)

SportlinkNews – Dua pekan pasca pelantikan Kabinet Merah Putih pada Senin, 8 September 2025, isu reshuffle belum benar-benar reda.

Meski sejumlah menteri baru sudah dilantik, dua kursi strategis masih dibiarkan kosong, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Kekosongan ini memunculkan pertanyaan, apakah reshuffle kabinet jilid pertama sudah selesai? Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah menunjuk pejabat ad interim untuk Menko Polhukam.

Namun, untuk Menpora, hingga kini belum ada kepastian pengganti Dito Ariotedjo.

Baca Juga: China Masters 2025: Putri KW Jaga Tren Positif, Amallia/Lanny Masih Perlu Waktu

Bursa Kandidat Menpora

Sejak direshuffle, beberapa nama disebut-sebut berpeluang menduduki kursi Menpora.

Di antaranya Puteri Anetta Komarudin (Golkar), Raffi Ahmad (selebriti sekaligus pemilik klub olahraga), Wakil Menpora Taufik Hidayat (eks pebulutangkis Olimpiade, kader Gerindra), serta Moreno Soeprapto (mantan pembalap, anggota DPR dari Gerindra).

Namun, teranyar, tiba-tiba muncul nama Erick Thohir yang dikabarkan bakal dilantik pada Rabu, 17 September 2025, bersamaan dengan Menko Polhukam. Jika benar, maka posisi Erick sebagai Menteri BUMN dipastikan akan digantikan figur lain dalam reshuffle jilid dua.

Baca Juga: Langkah Ganda Putra Indonesia Terbagi di China Masters, Fajar/Fikri Jaga Asa

Kabar ini diperkuat dengan isu reshuffle jilid ke-2 Kabinet Merah Putih, di mana salah satu kementerian kan akan mengalami pergantian menteri adalah BUMN.

Selain juga Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri ESDM, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Ketua BPN, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang akan diganti.   

Sumber istana belum mau berkomentar. Mereka hanya mengatakan tunggu saja saat pelantikan. 

"Jadi, tunggu saja besok saat pelantikan," ujar sumber tersebut saat dikonfirmasi SportlinkNews lagi. 

Baca Juga: PSSI Tinjau Kinerja Gerald Vanenburg, Fokus Persiapan SEA Games Thailand

Pengamat olahraga, Akmal Marhali, menilai ada hal ironis dalam proses reshuffle kali ini. Karena pasalnya, kekosongan jabatan Menpora terjadi tepat saat peringatan Hari Olahraga Nasional pada 10 September.

"Menpora diberhentikan tanggal 8, tapi sampai Haornas masih kosong. Padahal tugas-tugas keolahragaan sangat besar," kata Akmal di Jakarta, Selasa, 16 September 2025.

Ia juga menekankan pentingnya memisahkan fungsi olahraga dari kepemudaan agar fokus pada peningkatan prestasi dan pembangunan industri olahraga nasional. 

"Olahraga ini punya nilai khusus. Harus ada kementerian yang berdiri sendiri agar benar-benar bisa mengangkat martabat bangsa," ujarnya.

Baca Juga: Pemain Senior Mulai Frustrasi, Masa Depan Ruben Amorim di Man United Terancam

Apalagi Menpora baru lagi dinilainya punya pekerjaan rumah besar untuk mensinergikan para stakeholder olahraga dan merangkul mereka untuk kemudian satu visi dalam membangun olahraga Indonesia. 

"Tidak masalah mau muda atau tua, tapi yang pasti di mata saya, kita butuh Menpora dari kalangan profesional yang bisa menggerakan prestasi olahraga Indonesia dan industri olahraga Indonesia. Merangkul kalangan swasta untuk ikut turun gunung membangun olahraga Indonesia," tegasnya. 

Sementara itu, pengamat sepak bola nasional, Diego Basro menyoroti isu Erick Thohir yang masuk bursa Menpora. Menurutnya, jika Erick dipilih, maka jabatan Ketua Umum PSSI sebaiknya dilepas.

Baca Juga: Konsisten di Top 10, Luca Marini Pede Hadapi MotoGP Jepang

"Ini untuk menghindari conflict of interest. Jangan sampai PSSI terkesan dianakemaskan dibanding cabang olahraga lain, sebab Menpora harus fokus mengembangkan olahraga dan kepemudaan secara menyeluruh," ujar Diego.

"Biarkan PSSI dipimpin oleh orang lain, agar fokusnya untuk membangun timnas dan meningkatkan kualitas kompetisi di Indonesia bisa tetap terjaga. Dan bila benar Pak Erick naik, ya ia hanya perlu mengawasi saja sebagai Menpora," tegasnya menambahkan. 

Tags

Terkini