lain-lain-olimpik

Ketum KONI di UNP: Perguruan Tinggi Jadi Sentra Pembinaan Olahraga Prestasi

Rabu, 5 November 2025 | 19:21 WIB
Olahraga menanamkan nilai patriotisme, kebangsaan, dan cinta tanah air.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman juga hadir sebagai pembicara.

Marciano mengawali dengan memperkenalkan dirinya berikut rekam jejaknya, selanjutnya menjelaskan sejarah KONI sebagai induk organisasi pembinaan di Indonesia.

Kala itu dibentuk dengan nama Ikatan Sport Indonesia (ISI) tahun 1938 atas dasar semangat perjuangan nasional melalui olahraga.

Baca Juga: Erick Thohir Minta Maaf Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Presiden Prabowo Bilang Harus Coba Lagi

Kini, KONI beranggotakan 38 KONI Provinsi, KONI IKN, yang membawahi 514 KONI Kabupaten/Kota, 81 induk cabang olahraga, dan 6 organisasi fungsional. Olahraga dijadikan sebagai pemersatu oleh Marciano sebagai Ketum KONI Pusat.

"KONI adalah satu-satunya organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pembinaan prestasi olahraga nasional," kata Marciano.

Kompetisi, kegiatan organisasi dan dialog senantiasa dilakukan sebagai wujud pemersatu dalam upaya meningkatkan kualitas olahraga prestasi yang dilakukan organisasi pembinanya.

"Kami terus berupaya mewujudkan target-target besar dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Olahraga memiliki peran besar sebagai pemersatu bangsa. Karena itu, saya mengajak mahasiswa dan masyarakat menjadikan olahraga sebagai sarana mempererat persatuan bangsa di tengah keberagaman suku dan budaya,” ucap Marciano Norman.

Baca Juga: Piala Dunia U-17 2025: Awal Pahit Timnas Indonesia, Takluk 1–3 dari Zambia di Laga Pembuka Grup H

Organisasi olahraga bertujuan untuk Merah Putih, sehingga kepentingan negara dan bangsa menjadi prioritas. Siapapun boleh dan bahkan berkewajiban mengatar atlet meraih prestasi, karena itu kepentingan nasional yang menjadi prioritas.

Berkaitan dengan itu, George Orwell pada 1945 melalui esainya menjelaskan bahwa olahraga tidak hanya tentang permainan dan persahabatan tapi juga terkait perjuangan nasionalisme dimana atlet sebagai representasi bangsa.

Akademisi lain yakni Eric Hobsbawm menjelaskan bahwa olahraga sebagai salah satu fenomena sosial yang paling kuat menciptakan dan menanamkan rasa identitas nasional.

“Saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas olahraga di Indonesia. Peran perguruan tinggi dalam dunia olahraga belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, kolaborasi antara akademisi, pelatih, dan organisasi olahraga akan mempercepat lahirnya atlet berprestasi,” papar Ketum KONI Pusat.

Baca Juga: Hasil Lengkap Liga Champions: Madrid dan PSG Tumbang

Diterangkan juga bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) empat tahunan sekarang ditemani multievent olahraga nasional yang menjadi terobosan Marciano dalam memimpin KONI Pusat sejak 2019. Keempat multievent olahraga antara lain, PON Bela Diri, PON Indoor, PON Pantai dan PON Remaja.

Halaman:

Tags

Terkini