lain-lain-olimpik

LTAD Jadi Sarana Industri & Diplomasi Olahraga untuk Mensejahterakan Atlet

Jumat, 5 Desember 2025 | 14:11 WIB
Sadik Algadri, mantan atlet yudo dan Staf Ahli Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat .

SportlinkNews - Indonesia memiliki potensi besar dalam prestasi olahraga. Tapi, potensi itu harus dikelola dengan manajamen keolahragaan yang sistematis dan berkelanjutan.

Pandangan itu dilontarkan Sadik Algadri, mantan atlet yudo nasional dalam seminar "Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi".

Kegiatan ini menyatukan akademisi dan praktisi untuk membedah tantangan dan peluang Indonesia dalam mencapai target ambisius menjadi kekuatan olahraga dunia pada tahun 2045.

Baca Juga: Kemenpora Rampungkan Deregulasi Akhir Tahun, Erick Thohir Gandeng KONI Beri Masukan

Selain itu, lanjutnya, pembinaan juga harus memanfaatkan teknologi dan sport science. Hal ini mendorong seorang atlet nasional mencapai prestasi puncak khususnya Olimpiade.

Namun, katanya, tidak boleh mengabaikan kesejahteraan atlet elite setelah masa keemasan (peak performance) berakhir.

"Intinya, atlet berprestasi atau elite berkembang bukan hanya untuk menang tapi menjadi manusia yang sehat, produktif, sejahtera dan bermanfaat bagi masyarakat umum," pungkasnya.

Menurut Sadiq Alqadri yang juga Staf Ahli Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat kunci bagi Indonesia untuk maju adalah dengan menempatkan kesejahteraan atlet sebagai fondasi utama melalui implementasi model pembinaan jangka panjang yang sistematis, yakni Long Term Athletes Development (LTAD).

Baca Juga: Como 1907 Rilis Seragam Ketiga Baru: Sebuah Penemuan Kembali Masa Lalu

LTAD adalah kerangka kerja strategis yang dirancang untuk membina atlet dari masa kanak-kanak hingga mencapai performa puncak.

"LTAD adalah model pembinaan jangka panjang yang memperhatikan pembinaan atlet prestasi sesuai dengan tahapan usia," kata Sadiq.

Sadik menjelaskan lima tahapan LTAD. Pertama, Tahap Pengenalan (Fun & Fundamental), kedua: Tahap Pembinaan (Training to Train), ketiga: Tahap Prestasi (Training to Compete), keempat: Tahap Puncak (Training to Win/Elite), dan kelima: Pasca Karier (Transition & Retirement).

Baca Juga: Pendapatan LALIGA Melejit, Hak Siar Tembus €6,135 Miliar

LTAD ini menurutnya harus diperkenalkan kepada masyarakat sejak usia 6-12 tahun. Tujuan agar masyarakat senang olahraga dan difokuskan pada multi-skills,multi-sport (atletik, renang, senam, dan sepakbola sebagai mothe sport.

Halaman:

Tags

Terkini