SportlinkNews - SEA Games 2025 di Thailand menjadi titik awal optimisme baru bagi cabang olahraga polo air Indonesia.
Meski belum berhasil membawa pulang medali emas, kehadiran banyak pemain muda yang diberi kepercayaan tampil di ajang regional ini menghadirkan keyakinan bahwa prestasi yang lebih tinggi bukan lagi sekadar angan.
Pada edisi kali ini, polo air Indonesia menyumbangkan satu medali perak dari sektor putra dan satu perunggu dari tim putri.
Baca Juga: Jelang AFCON 2025, Mohamed Salah Perkenalkan Sepatu Signature F50 Elite dari adidas
Hasil tersebut dinilai positif, terutama karena proses persiapan yang relatif singkat serta komposisi tim yang sarat dengan pemain debutan.
Tim polo air putra harus puas finis di posisi kedua setelah kalah tipis 16-19 dari Singapura dalam laga penentuan yang digelar di Thammasat University Rangsit Campus, Jumat, 19 Desember lalu.
Meski gagal meraih emas, performa yang ditunjukkan dinilai kompetitif dan menjanjikan.
Baca Juga: Supercoppa Italia: Tampil Dominan Lawan Bologna, Adu Penalti Bikin Inter Milan Terpuruk
Sementara itu, tim putri berhasil mengamankan medali perunggu usai menaklukkan Malaysia dengan skor meyakinkan 26-16. Kemenangan tersebut menjadi penutup manis perjuangan tim muda Indonesia di nomor putri.
Wakil Ketua Bidang Organisasi PB Akuatik Indonesia, Sarman Simanjorang, menyebut hasil SEA Games 2025 sudah sejalan dengan target federasi.
Ia menegaskan keterbatasan waktu persiapan tidak menjadi penghalang bagi para atlet untuk tampil maksimal.
Baca Juga: Usai World Tour Finals 2025, Fajar/Fikri Siapkan Kebangkitan di 2026
"Persiapan kami hanya sekitar tiga bulan. Dengan kondisi itu, tim putra bisa menembus final, bahkan mengalahkan tuan rumah, dan tim putri meraih perunggu. Ini prestasi yang patut diapresiasi," ujar Sarman menyambut kepulangan atlet di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 20 Desember 2025.
Menurut Sarman, capaian ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menyusun program pembinaan jangka menengah. Ia berharap, perak yang diraih di Thailand ini dapat ditingkatkan menjadi emas pada SEA Games 2027 mendatang.
Optimisme juga datang dari dalam tim. Kapten polo air putra Indonesia, Rezza Auditya mengaku bangga dengan hasil yang dicapai, terlebih karena sembilan pemain di tim putra menjalani debut di SEA Games.
Baca Juga: Kembali ke Persijap, Divaldo Alves Jadi Harapan Baru Laskar Kalinyamat di Super League 2025/26
"Dengan persiapan singkat dan sembilan debutan, hasil ini sudah di luar ekspektasi kami. Tentu sebagai atlet selalu ingin lebih, tapi target utama bisa tercapai dan itu patut disyukuri," ujarnya.
Melihat proses regenerasi yang berjalan baik, Rezza mengisyaratkan SEA Games 2025 kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya.
Atlet yang telah sembilan kali tampil di SEA Games itu menilai para pemain muda memiliki kualitas yang mumpuni untuk melanjutkan tongkat estafet prestasi.
Baca Juga: John Herdman Segera Diumumkan sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Hal senada disampaikan kapten tim putri, Melyn Cecilia Legawa.
Ia merasa puas dengan raihan perunggu dan menaruh harapan besar pada masa depan polo air putri Indonesia yang kini banyak diperkuat pemain di bawah usia 20 tahun, termasuk tujuh debutan SEA Games.
"Perjuangan panjang akhirnya terbayar, dengan mayoritas pemain kami masih sangat muda dan punya potensi besar. Semoga ke depan polo air putri bisa berkembang lebih jauh dan meraih hasil yang lebih baik," kata Melyn.