SportlinkNews - Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia membuat program terstruktur untuk memastikan atlet panahan Indonesia tampil kompetitif pada Asian Games 2026 di Aichi, Nagoya, April-Mei mendatang.
Awal tahun hingga pertengahan 2026 dijadikan fase krusial untuk mematangkan kesiapan teknik, mental, dan konsistensi performa di level internasional.
Salah satu strategi utama adalah menjadikan rangkaian Hyundai Archery World Cup sebagai tolok ukur kualitas atlet.
Baca Juga: Tur Eropa: Super 300 Wajib Juara, All England Jadi Panggung Pembuktian Ganda Putra Indonesia
Indonesia dijadwalkan ambil bagian dalam tiga seri, yakni Stage 2 Shanghai (5-10 Mei), Stage 3 Antalya (9-14 Juni), dan Stage 4 Madrid (7-12 Juli).
Ajang tersebut dipilih karena menghadirkan pemanah-pemanah elite dunia sehingga dapat menjadi barometer objektif sebelum tampil di Asian Games.
"Agenda 2026 difokuskan pada kesiapan kompetitif internasional dan pencapaian puncak performa di Asian Games 2026 Nagoya," kata Ketua Umum PB Perpani, Arsjad Rasjid saat Rakernas PB Perpani beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Persijap Jepara Ambil Langkah Strategis Demi Bertahan di Super League
Menurutnya, pembinaan tak lagi sekadar rutinitas latihan, melainkan harus berbasis standar yang terukur dan berorientasi hasil.
Arsjad menegaskan, bahwa fokus utama tahun ini adalah membangun daya saing global ke level yang lebih tinggi setelah pencapaian apik di SEA Games 2025 Thailand.
"Kami memperketat standar pembinaan, kompetisi, dan evaluasi kinerja di seluruh level, serta menyatukan atlet, pelatih, dan ofisial dalam satu sistem kerja yang terukur, konsisten, dan bertanggung jawab pada hasil."
Baca Juga: Sepak Bola dan Ramadan: Tiga Pertimbangan Utama bagi Pemain yang Ibadah Puasa
Arsjad menjelaskan, pengiriman atlet ke kejuaraan internasional bukan hanya soal mengejar podium, tetapi juga menguji stabilitas performa di tengah tekanan kompetisi kelas dunia.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan di setiap seri untuk memetakan progres maupun kekurangan atlet.
Di saat bersamaan, program pembinaan dalam negeri dipastikannya akan tetap berjalan paralel.
Baca Juga: Terima Kartu Merah, Mourinho Klaim Wasit Berpihak ke Real Madrid
Kalender nasional diisi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior, Kejurnas Antarklub Pelajar, hingga Kejurnas Antarklub Open sepanjang Juni hingga Desember. Agenda tersebut menjadi ruang seleksi sekaligus regenerasi atlet.
Tak hanya atlet, peningkatan kualitas pelatih dan wasit juga masuk prioritas. Pelatihan serta penyegaran hakim (judge online refreshment) dijadwalkan dua kali guna menjaga standar teknis pertandingan.
Setiap kompetisi pun dilengkapi analisis performa serta mekanisme umpan balik sistematis untuk memastikan proses pemantauan berjalan berkelanjutan.