SportlinkNews - Langkah berani Yan Diomande dua tahun lalu kini menjadi buah bibir di bursa transfer Eropa.
Winger muda milik RB Leipzig itu mengungkapkan bahwa dirinya pernah menolak kesempatan bergabung dengan Chelsea pada 2024.
Keputusan tersebut kini justru melambungkan namanya hingga diburu klub-klub elite dengan banderol mendekati €100 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.
Baca Juga: Van Dijk Dorong Salah Tidak Tinggalkan Liverpool
Di usia 19 tahun, Diomande menjelma menjadi salah satu talenta sayap paling menjanjikan di Eropa.
Penampilan gemilangnya di Bundesliga membuatnya masuk radar raksasa Premier League seperti Arsenal dan Liverpool, sekaligus menjadi target serius Bayern Munich yang ingin mempertahankan dominasinya di kompetisi domestik.
Padahal, perjalanan kariernya nyaris mengambil arah berbeda. Saat masih berusia 17 tahun dan belum dikenal luas, Diomande sempat menjalani uji coba bersama Chelsea ketika ia masih menimba ilmu di akademi DME Florida, Amerika Serikat.
Baca Juga: Peringatan Keras untuk Arsenal dari Manchester City
Banyak pihak mendorongnya menerima tawaran tersebut, namun sang pemain memilih jalur lain.
Dalam wawancaranya dengan media Jerman, ia mengenang periode tersebut sebagai fase yang sarat tekanan.
Ia menilai banyak pihak memandang peluang itu semata dari sisi finansial. Namun, ia memilih mengutamakan kesempatan bermain dan perkembangan kariernya.
Baca Juga: Heboh Carlo Ancelotti Ciuman dengan Tiga Wanita Brasil Sekaligus di Depan istrinya
Pada akhirnya, ia lebih dulu bergabung dengan CD Leganes di Spanyol, klub yang presidennya telah ia kenal sejak membantu proses kepindahannya ke Amerika Serikat.
Keputusan itu terbukti tepat. Hanya dalam hitungan bulan setelah tampil di level senior bersama Leganes, performanya mencuri perhatian.
Enam bulan berselang, Leipzig datang dengan mahar €20 juta (Rp398 miliar) untuk memboyongnya ke Jerman. Sejak saat itu, grafik performanya melesat tajam.
Baca Juga: OMG Penggemar Terpukau dengan Alisha Lehman Pakai Gaun Merah dan Mawar Merah
Ironisnya, Diomande adalah tipe pemain yang sebenarnya ingin diamankan lebih awal oleh manajemen Chelsea di era kepemilikan BlueCo, mencari talenta bernilai ratusan juta sebelum harganya meroket.
Kini, dengan nilai pasar yang melonjak drastis, peluang The Blues untuk merekrutnya kembali terbilang kecil karena tak sejalan dengan strategi belanja mereka saat ini.
Situasi tersebut menjadi sorotan di tengah kritik suporter terhadap kebijakan transfer klub London Barat itu. Seandainya transfer terwujud dua tahun lalu, Diomande mungkin sudah menjadi contoh sukses proyek jangka panjang mereka.
Baca Juga: Leo Lelis Jadi Striker Dadakan Persebaya, Eksperimen Tavares Gagal
Kini persaingan semakin sengit. Selain Arsenal dan Liverpool yang disebut memiliki ketertarikan kuat, Tottenham Hotspur juga dikabarkan memantau situasi sang pemain.
Manchester United turut dikaitkan, meski disebut lebih memprioritaskan sektor lini tengah.
Di sisi lain, Direktur Red Bull Oliver Mintzlaff menegaskan bahwa tawaran €90 juta (Rp1,7 Triliun) pun belum tentu cukup untuk menggoyahkan Leipzig.
Artikel Terkait
Arsenal Perkasa di Liga Inggris dan Liga Champions, Thierry Henry Sampai Tak Mengenali Mantan Klubnya
Owen Hargreaves Ungkap Syarat Utama agar Man United Bisa Jadi Penantang Gelar Liga Inggris
Momen Mengerikan! Bintang Liga Inggris Salah Mendarat Saat Selebrasi Akrobatik
Jadwal Lengkap Pekan ke-19 Liga Inggris, Arsenal Ditantang Aston Villa
Guardiola Tetap Anggap Pencapaian ke Final Piala Liga Inggris Selalu Berat