SportlinkNews - Kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dalam duel Inter Milan vs Juventus menjadi sorotan internasional, dan pelatih Genoa, Daniele De Rossi, tidak menyembunyikan kegembiraannya. Baginya, insiden ini membuka perdebatan penting soal aturan sepak bola yang menurutnya bodoh.
Kalulu diusir setelah mendapat kartu kuning kedua akibat menjatuhkan Alessandro Bastoni, yang ternyata pura-pura terjatuh keras agar bek Prancis itu dikeluarkan dari lapangan.
Meski insiden itu tidak menghasilkan kartu merah langsung, VAR tidak bisa campur tangan. Juventus akhirnya harus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama dan menelan kekalahan 2-3.
Baca Juga: Prediksi Play-Off Babak Gugur Liga Champions Malam Ini, Juventus, Real Madrid, PSG Diunggulkan
Peristiwa ini langsung memicu perbincangan luas. Kepala wasit Serie A, Gianluca Rocchi, mengakui pemberian kartu kuning kedua merupakan kesalahan.
Tekanan terhadap aturan kini meningkat. Banyak pihak menuntut agar VAR bisa digunakan untuk meninjau kartu kuning kedua karena sudah sering memengaruhi hasil laga.
De Rossi sendiri mengaku sudah memperingatkan hal ini sejak lama. Baginya, kartu kuning kedua memiliki dampak yang sama besar dengan kartu merah langsung terhadap arah pertandingan.
Baca Juga: Klasemen Super League 2025/26 Pekan ke-20, Persija Memangkas Jarak Poin dengan Borneo FC
"Saya adalah salah satu orang pertama yang merayakan diperkenalkannya VAR dan mungkin salah satu orang pertama yang menyadari bahwa kita akan selalu saling mengejar hal-hal tertentu," ujar De Rossi, dikutip Corriere dello Sport.
"Satu-satunya hal positif adalah itu (kartu merah Kalulu) terjadi di laga antara Juve dan Inter, yang membuat seluruh dunia membicarakannya. Ini adalah laga yang ditonton seluruh dunia dan sangat penting di Italia," De Rossi menambahkan.
Menurut De Rossi, aturan saat ini terlalu lemah karena kartu kuning kedua tidak dapat diperiksa VAR. Maka dari itu, ia menilai butuh ada revisi aturan tersebut.
Baca Juga: Leg Kedua AFC Champions League Two: Persib akan Tampil Beda di Laga Melawan Ratchaburi FC
"(Menyatakan) kartu kuning kedua tak seserius kartu merah langsung adalah aturan VAR paling bodoh, dan saya sudah bilang begitu selama tiga tahun. Akan mudah untuk mengubahnya dalam dua hari. Setiap kartu kuning kedua, mulai besok, harus ditinjau," ujarnya.
"Saya pikir akan sulit untuk menemukan orang yang tak setuju bahwa kartu kuning kedua tak seserius kartu merah setelah laga itu, sekarang hal itu mengubah jalannya laga bahkan lebih dari sebuah gol atau penalti," ia melanjutkan.
Artikel Terkait
Pisa 0-2 Juventus: Kalulu dan Kenan Yildiz Tiga Poin Menuju Scudetto
Spalletti: Juventus Tidak Kepincut Icardi, Kalulu seperti Di Lorenzo
Kontroversi Inter Vs Juventus: Pakar Perwasitan Melihat Kesalahan Serius pada Kartu Merah Kalulu
Kalulu Dikartu Merah, Juventus Nilai Keputusan Wasit Tidak Adil
Kontroversi Kartu Merah Kalulu, Presiden Inter Milan Soroti Ketidakadilan Masa Lalu