SportlinkNews - Minum berkarbonasi ternyata memiliki efek yang cukup signifikan terhadap tumbuh kembang seorang atlet muda.
Selama ini, minuman berkarbonasi memang dikenal sangat dekat dengan dunia olahraga, seperti sepak bola, basket, dan cabang olahraga lainnya.
Bahkan, salah satu brand ternama minuman berkarbonasi tidak jarang menggandeng banyak atlet untuk melakukan campaign besar-besaran.
Selain itu, minuman berkarbonasi juga sering menjadi minuman konsumsi resmi dalam sebuah event olahraga.
Di sisi lain, minuman berkarbonasi banyak dinilai tidak memberikan nutrisi dan gizi yang cukup bagi tubuh manusia.
Bahkan, pada momen EURO 2020 lalu, sempat ada kejadian menarik yang melibatkan Cristiano Ronaldo dan brand minuman berkarbonasi ternama, Coca-Cola.
Kala itu, Ronaldo sempat terlihat menggeser botol Coca-Cola dalam sebuah konferensi pers setelah pertandingan antara Portugal dan Hongaria.
Kapten Timnas Portugal itu juga meminta kepada hadirin untuk meminum air putih saja daripada Coca-Cola.
Baca Juga: Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Atlet
Kejadian itu bahkan sempat membuat saham Coca-Cola turun dalam beberapa saat.
Lalu, sebenarnya seperti apa dampak minuman berkarbonasi kepada atlet, khususnya atlet muda?
Dilansir SportlinkNews dari TrueSport, minuman berkarbonasi memang memberikan efek tertentu kepada atlet muda, khususnya dalam hal hidrasi.
Minuman berkarbonasi atau minuman soda dinilai memang tetap mampu membantu hidrasi para atlet muda.
Akan tetapi, jumlah air yang ada dalam minuman berkarbonasi dibarengi dengan jumlah gas atau karbon yang terkandung di dalamnya.
Artikel Terkait
Apakah Gula Buruk bagi Atlet?
Cara Mengisi Bahan Bakar untuk Maraton, Ini Pentingnya Nutrisi
Biasakan Atlet Pelajar Disiplin dalam Menjaga Asupan Bergizi