Satu hal yang harus diperhatikan adalah perlunya asupan karbohidrat yang cukup demi mendukung performa saat latihan.
Pasalnya karbohidrat itu punya banyak sumber energi untuk menjadi bahan bakar latihan saat berpuasa.
Jagung, kentang, oatmeal, labu, hingga brokoli adalah contoh variasi makanan yang punya sumber energi melimpah. Menghindari makanan yang terlalu manis, pedas dan berminyak juga sangat penting.
Baca Juga: Serie A Pecahkan Rekor di AS dengan Lonjakan Penonton Hingga 50 Persen
Selain itu jangan lupakan asupan protein yang sangat penting ketika berpuasa. Protein yang cukup bisa membantu menjaga masa otot plus menjaga rasa lapar dan meningkatkan hidup pola makan sehat.
Salah satunya adalah dengan mengonsumsi telur, keju, daging, dan juga susu. Susu UHT mengandung berbagai kebaikan protein, vitamin, serta mineral.
Hal ini bagus untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan dalam tubuh, termasuk otot, organ tubuh serta kulit.
Baca Juga: Kompetisi DBL 2024-2025 Berakhir, Partai Final DBL Jakarta Dibanjiri 14.517 Penonton
Pasokan mineral dan vitamin juga perlu diperhatikan. Kedua unsur ini membantu menjaga energi level sang atlet.
Kandungan magnesium membantu fungsi otot tetap stabil dan mengurangi perasaan lelah berlebihan ketika menjalani latihan saat puasa.
Salah satunya adalah dengan mengonsumsi Omega 3 yang ada pada buah alpukat, ikan laut, hingga telur.
Baca Juga: Nike Rilis Ulang Sepatu Ikonik yang Dipakai Cristiano Ronaldo saat Debut
Hal lain yang tak kalah krusial adalah hidrasi yang cukup. Dehidrasi dapat menurunkan fisik saat latihan.
Jaga agar tubuh tidak mengalami dehidrasi dengan mengkonsumsi air yang cukup sebelum memulai puasa dan saat berbuka puasa.