nutrisi

Comeback Fit Atlet Setelah Libur Panjang: Mulai dari Nutrisi

Selasa, 27 Mei 2025 | 00:30 WIB
Talkshow seri gizi KONI Pusat bersama ahli gizi, "comeback fit setelah liburan baru atlet", Minggu, 25 Mei lalu, secara daring.

SportlinkNews - Setelah melewati masa libur panjang, kini atlet kembali masuk dalam fase dasar. Kembali membangun pondasi, untuk mengembalikan performa optimal, salah satunya melalui perbaikan pola makan dan nutrisi.

Menurut Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dalam webinar secara daring, Minggu, 25 Mei 2025, nutrisi adalah fondasi penting dalam membangun performa atlet yang kuat.

KONI menekankan pentingnya memulai dari dasar, yakni pemenuhan kebutuhan nutrisi seimbang sebelum melangkah ke strategi diet dan suplemen.

Baca Juga: Babak Baru Sepak Bola ASEAN, Piala AFF Kini Bernama ASEAN Hyundai Cup

Seperti diketahui tantangan atlet pasca liburan adalah lemak naik, pola tidur berantakan. Fase libur, terutama setelah Ramadhan dan tahun baru, seringkali mengubah pola makan atlet menjadi lebih tinggi lemak dan rendah serat.

Ditambah dengan jadwal tidur yang berantakan karena screen time berlebih, kondisi ini bisa memicu peningkatan massa lemak dan penurunan massa otot, situasi yang bisa menghambat performa saat kembali ke lapangan.

Lalu bagaimana strategi comebacknya? karena kunci dari 'comeback' itu bukan sekedar membakar lemak, tetapi turunkan lemak dan menjaga massa otot.

Baca Juga: Gim 4 Final Wilayah Barat: Tantangan OKC Thunder Bernama Anthony Edwards

KONI pun menjabarkan strategi melalui dua pendekatan:

1. Aktif, lewat olahraga intensitas sedang-tinggi untuk mengubah lemak menjadi energi.

2. Pasif, lewat konsumsi alami seperti kopi dan teh hijau tanpa gula yang dapat membantu metabolisme.

Untuk mempertahankan massa otot, latihan kekuatan dan asupan nutrisi tepat seperti protein (1,5–1,7 g/kgBB) dan karbohidrat kompleks menjadi kunci.

Nutrisi pun jadi langkah pertama menuju performa maksimal. Mengapa itu penting? Karena setelah fase puasa dan liburan, berat badan cenderung naik karena lemak, bukan otot.

Kemudian, tubuh masih beradaptasi terhadap perubahan cairan. Aktivitas fisik pun cenderung menurun.

Baca Juga: Stefano Lilipaly Jadi Pemain Tertua di Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert, Ini Komentarnya

Buah, sayur, prebiotik, dan air putih jadi empat elemen penting yang harus kembali diperhatikan untuk memulihkan kualitas metabolisme dan sistem pencernaan.

Fokuslah pada proses, bukan angka. KONI menekankan bahwa hasil ideal, seperti mencapai persentase lemak optimal, bisa memakan waktu hingga 13–14 bulan.

Namun, progres bisa terlihat sejak 1–3 bulan pertama. Tapi terpenting bukan titik akhirnya, melainkan konsistensi progres setiap atlet.

Sehingga fase comeback ini bukan hanya soal kembali latihan, tetapi juga soal membangun kembali fondasi utama: nutrisi, pola hidup, dan konsistensi. Dengan pendekatan ilmiah dan disiplin tinggi, atlet dinilai kembali tampil prima di arena kompetisi.

Tags

Terkini

Berjalan Kaki Bisa Menyebabkan Gula Darah Naik?

Sabtu, 8 Februari 2025 | 13:09 WIB