"Itu benar-benar sangat sulit karena saya harus fokus pada pemotongan berat badan dan pada saat yang sama, fokus untuk mendapatkan hasil terbaik dari latihan saya untuk mempersiapkan kejuaraan dunia di Turki," katanya.
Ia akan bangun pukul 3 pagi sebelum sahur untuk melakukan latihan kardio, lalu berlatih dengan intensitas yang lebih rendah di siang hari, lalu kembali ke pusat kebugaran sekitar pukul 8 malam setelah ia berhasil cepat.
Dan dengan begitu banyak hal yang dipertaruhkan, Rahimi mengatakan penting baginya untuk tetap kompetitif dalam latihannya, bahkan saat berpuasa.
"Anda berlatih dengan sekelompok atlet yang semuanya akan berlaga di Olimpiade," katanya.
Rahimi dan Rajab mengatakan Ramadan bukan hanya tentang tidak makan siang, tetapi juga waktu bagi mereka untuk lebih dekat dengan Tuhan.
Baca Juga: LALIGA dan Indonesia Bersatu Lawan Pembajakan Audiovisual dengan AI dan Big Data
"Puasa bukan hanya tentang menahan rasa lapar dan haus selama matahari terbit, tetapi kita berpuasa untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa [bagi] orang yang membutuhkan, ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dialami orang lain," kata Rajab.
Artikel Terkait
Tyson Fury Dikontak Kepala tinju Arab Saudi untuk Battle of Britain dengan Anthony Joshua
Lewis Hamilton Bergaya di Karpet Merah pada Peluncuran Mobil F1 02
Presiden Inter Milan: Siklus Inzaghi Masih Jauh dari Kata Berakhir
Bejo Sugiantoro di Mata Rekannya Dikenal sebagai Sosok yang Disiplin dan Berdedikasi
Megawati Tak Berkutik Tanpa Bukilic, Red Sparks Keok Lagi