“Kami adalah organisasi yang sah secara aturan, organisasi dan juga sudah diuji di pengadilan. Kami akan membawa SK dari seluruh 38 provinsi,” jelasnya.
Ia bahkan menyebut langkah Kemenpora sebagai bentuk kesalahan besar yang justru memperparah konflik.
“Kalau menurut saya, salah. Blunder itu. Ini adalah upaya untuk menghancurkan tenis meja,” ungkap Peter dengan nada kecewa.
PB PTMSI juga berencana langsung menyampaikan keresahan tersebut ke KOI, dan mempertanyakan apakah NOC mampu menyelesaikan polemik organisasi ini atau bahkan menambahkan masalah.
“Kita akan menyampaikan keresahan teman-teman. Apakah NOC ini mampu nggak membubarkan ini? Mau diapain nih? 38 provinsi dan 400 kabupaten/kota, jumlah pengurusnya saja berapa ribu?” katanya.
Meski demikian, Peter menegaskan pihaknya akan tetap bersikap santun dan mengedepankan komunikasi yang baik, namun tetap berkomitmen penuh menjalankan mandat dari daerah.
Baca Juga: Maaf, Rodrygo Sebaiknya Cepat Pergi dari Real Madrid
“Selama saya menjabat sebagai Ketua Umum dan SK saya masih berlaku, saya tetap lakukan pembinaan. Itu tugas yang diberikan oleh teman-teman Pengprov,” ujarnya.
Artikel Terkait
Tenis Meja Tampil, Pembuktian De Jure dan de Facto Tak Ada Lagi Dualisme PTMSI
Anton Suseno dan Anang Sutriyono Turun Gunung di Turnamen Tenis Meja Piala Ketum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang
16 Atlet Lolos Seleksi Nasional Tenis Meja Piala Menpora, Siap Bela Indonesia di SEA Games 2025
Bagaimana Sains Dapat Meningkatkan Performa Olahraga Tenis Meja