Setiap negara tuan rumah diwakili oleh simbol khasnya: bintang untuk Amerika Serikat, daun maple untuk Kanada, dan elang untuk Meksiko.
Ketiga simbol ini tidak hanya tercetak di grafis bola, tetapi juga terukir halus di permukaannya, menambah kesan mewah dan mendalam.
Baca Juga: Terungkap, PSM Makassar Umumkan Pelatih Pengganti Bernardo Tavares
Sentuhan akhir berupa aksen emas menjadi penghormatan terhadap trofi Piala Dunia, menjadikan bola ini benar-benar pantas disebut bola para juara.
Sam Handy, General Manager adidas Football, menambahkan bahwa setiap detail TRIONDA memiliki makna tersendiri.
“Tekstur timbul, grafis berlapis, dan warna berani membuat bola ini tampak hidup."
Baca Juga: Media Prancis Ungkap Penyebab Calvin Verdonk Tak Masuk Skuad Lille
"Ini adalah bola Piala Dunia paling ekspresif yang pernah kami buat—sebuah karya yang tidak hanya ingin dilihat, tapi juga ingin dimainkan,” ujarnya.
Selain desain yang memukau, TRIONDA juga membawa inovasi teknologi mutakhir.
Desain empat panel dengan jalur udara yang lebih dalam dirancang untuk menjaga stabilitas bola saat terbang, sementara ikon timbul di permukaannya menambah daya cengkeram untuk kontrol lebih presisi, bahkan dalam kondisi basah.
Baca Juga: 30 Pelatih di Kudus Ikuti Sertifikasi Lisensi D Nasional PSSI, Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
Teknologi adidas Connected Ball juga mengalami peningkatan. Chip pintar yang dipasang di salah satu panel mampu merekam setiap gerakan bola secara real time, memberikan data presisi bagi wasit dan sistem VAR.
Mekanisme ini memastikan penerbangan bola tetap seimbang sekaligus memperkaya analisis pertandingan.
Dengan TRIONDA, adidas membuka era baru dalam sejarah Piala Dunia.
Baca Juga: Kudus Jadi Tuan Rumah Perdana PON Bela Diri 2025, 2.600 Atlet Siap Unjuk Prestasi!
Artikel Terkait
Kluivert Waspadai Arab Saudi, Timnas Indonesia Fokus Jaga Kondisi di Jeddah
MotoGP Indonesia: Fermin Aldeguer Kampiun di Mandalika, Marc Marquez dan Bezzecchi Terlibat Kontak
Drama MotoGP Indonesia: Marc Marquez dan Bagnaia Tidak Berdaya di Mandalika, Duo Pembalap Gresini Naik Podium
Menang di Mandalika, Fermin Aldeguer Catat Rekor sebagai Pembalap Termuda yang Memenangkan Balap MotoGP
Marc Marquez Ungkap Rasa Sedih Usai Kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025