Sponsor-sponsor besar seperti Gatorade, AT&T, Gillette, dan Accenture secara bersamaan memutus kontrak. Citra Woods dihapus dari kampanye iklan, dan nilai merek pribadinya anjlok ratusan juta dolar.
Pada tahun yang sama, ia dan Elin Nordegren resmi bercerai. Nordegren menerima kompensasi sekitar $100 juta, menjadikannya salah satu perceraian termahal di Amerika Serikat.
2011-2013: Keheningan dan Disorientasi
Setelah mengundurkan diri dari serangkaian turnamen, Woods nyaris menghilang dari sorotan.
Baca Juga: Kejuaraan Asia 2025 di Anjo: Ajang 6 Atlet Pentathlon Indonesia Berburu Tiket Asian Games
Paparazzi masih mengikutinya setiap hari, tetapi alih-alih melihat citra gemilang seorang "superstar golf", orang-orang hanya melihat seorang pria kesepian yang berusaha fokus pada penyembuhan.
Pada musim-musim berikutnya, performa Woods menurun drastis. Tubuhnya mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat cedera yang beruntun.
Pada saat yang sama, tabloid-tabloid terus memberitakan "hubungan barunya", yang semakin menjauhkan publik dari citra Tiger yang pernah dicintai.
Baca Juga: Empat Wakil Indonesia Mundur dari Australian Open 2025, SEA Games Thailand Jadi Prioritas
2014-2017: Titik Terendah Karier Saya
Woods menghadapi serangkaian operasi punggung, kecanduan obat pereda nyeri, dan disabilitas jangka panjang.
Ia pernah mengakui bahwa ia tidak bisa membungkuk untuk mengikat tali sepatunya. Pada tahun 2017, Woods ditangkap karena mengemudi di bawah pengaruh obat resep.
Fotonya yang tampak sayu di kantor polisi menjadi simbol memilukan dari kejatuhan seorang legenda.
Banyak orang percaya bahwa karier Tiger Woods telah berakhir.
Baca Juga: Lewat Drama Sengit, Gregoria dan Dhinda Lewati Tantangan Pertama Kumamoto Masters 2025
2018-2019: Keajaiban Masters
Namun, sejarah olahraga selalu memberi ruang bagi hal-hal yang tak terpikirkan. Setelah bertahun-tahun berlatih dan menjalani perawatan yang tenang, Woods tiba-tiba kembali ke puncak performanya.
Pada April 2019, ia memenangkan The Masters, turnamen golf paling bergengsi, setelah 11 tahun penantian. Ketika putt terakhirnya jatuh ke lubang, Tiger mendongak, mengangkat tangannya, dan stadion Augusta bersorak sorai.
Momen saat ia memeluk erat putranya, Charlie, tepat setelah kemenangan itu membuat jutaan orang meneteskan air mata. Sebuah perjalanan dari kedalaman dosa menuju puncak kehormatan.
Artikel Terkait
Alwi Farhan Jaga Asa Indonesia di Kumamoto Masters 2025, Zaki Langsung Tersingkir
Gattuso dan Buffon Kirim Pesan Jelas kepada Para Pemain Italia di Tengah Permintaan Arsenal yang Diabaikan
Ruang Ganti Real Madrid Retak, Lima Pemain Termasuk Jude Bellingham Tidak Senang dengan Xabi Alonso
Lamine Yamal Dicoret dari Tim Nasional Spanyol Bikin Pelatih Kepala Terkejut
Catatan Bersejarah di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Dari Gol ke-2.500 hingga Kemenangan Perdana Indonesia