Rute Berbatu di Balap Paris-Roubaix Bikin Cemas Pembalap

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Kamis, 4 April 2024 | 09:50 WIB
Hutan Arenberg salah satu rute yang bikin cemas peserta balap Paris-Roubaix. (A.S.O./@PaulineBallet)
Hutan Arenberg salah satu rute yang bikin cemas peserta balap Paris-Roubaix. (A.S.O./@PaulineBallet)

SportlinkNews - Gelaran balap sepeda Paris-Roubaix yang akan dilaksanakan pada akhir pekan ini, 7 April 2024, sedikit menebarkan kecemasan kepada para pembalapnya.

Pasalnya, balapan yang menempuh jarak 260 km itu akan melewati satu rute yang memiliki risiko tinggi kecelakaan.

Terutama pada rute yang melintasi Hutan Arenberg atau dikenal sebagai trouée d'Arenberg di Prancis.

Baca Juga: Mengenal Dua Lomba Balap Sepeda Terberat di Dunia

Trouée d'Arenberg, adalah hamparan jalan berbatu paling kasar dan berbahaya di rute Paris-Roubaix. Panjangnya 2,3 km dan sering menjadi lokasi kecelakaan.

Itu lantaran pembalap memasuki hutan Arenberg dengan kecepatan tinggi sehingga rem yang menyentuh jalan licin sering kali menyebabkan terjatuh.

Seperti yang dialami pembalap Kasper Asgreen dan pembalap lainnya yang terlibat kecelakaan di Hutan Arenberg pada Paris-Roubaix 2023.

Untuk mengantisipasi hal tersebut berbagai upaya terus dilakukan. Seperti yang dilakukan Cyclistes Professionnels Associés (CPA).

Dilaporkan oleh L'Equipe, asosiasi pengendara CPA telah meminta direktur balap Thierry Gouvenou menemukan cara untuk memperlambat peloton sebelum memasuki Hutan Arenberg.

“Saya telah balapan di sini dua belas kali, dan dua belas kali saya tiba di depan trouée d'Arenberg sambil bertanya-tanya bagaimana saya bisa keluar,” kata Gouvenou, menyoroti bahaya dari sektor ini.

Gouvenou memiliki beberapa ide tentang cara mengurangi kecepatan dengan menambahkan beberapa belokan atau tikungan sebelum Porte du Hainaut yang menandai pintu masuk ke hutan Arenberg.

“Idenya adalah menambahkan beberapa belokan untuk memperlambat peloton dan meregangkannya, seperti sistem chicane di sirkuit mobil,” kata Gouvenou.

“Saat ini, mereka melaju di Hutan Arenberg dengan kecepatan sekitar 60 km/jam. Jika kita bisa memperlambat hingga 30-35 km/jam, risikonya akan lebih kecil," usulnya.

Namun, setiap perubahan harus mendapat persetujuan dari pihak berwenang setempat, karena tikungan atau tikungan tambahan apa pun juga dapat mengakibatkan kecelakaan.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: cyclingnews.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB

Penampakan Pembawa Keberuntungan Timnas Inggris

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:17 WIB

Prancis yang Menang, London Bergejolak

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:19 WIB
X