SportlinkNews - Pembalap sepeda Mathieu Van der Poel (Alpecin-Deceunick) menjadi yang terbaik di arena balap sepeda Paris-Roubaix 2024.
Kemenangan Mathieu Van der Poel di Paris-Roubaix seolah mengulang kembali kemenangan tahun sebelumnya.
Dengan demikian Van der Poel layak mengenakan Rainbow Jersey setelah Rik van Looy yang menang tahun 1962.
Baca Juga: Balap Sepeda Paris-Roubaix Lintasi Trek Berbatu Sejauh 55,7 Km
Keberhasilan pembalap sepeda asal Belanda ini di Paris-Roubaix membuatnya tercatat sebagai pembalap ke-10 yang memenangkan gelar tersebut dua kali berturut-turut.
Nama Van der Poel semakin wangi dan tercatat dalam sejarah balap sepeda dunia, apalagi dirinya belum lama keluar sebagai juara di Tour de Flanders 2024.
Tidak itu saja, solo riding-nya sejauh 60 km menuju garis finis di Velodrome Andre Petrieux, Roubaix tercatat sebagai jarak kemenangan terpanjang di abad ke-21.
Baca Juga: Juara Tour de France Jonas Vingegaard Terlibat Kecelakaan Mengerikan di Itzulia Basque
Sementara margin kemenangannya yang sebesar 3'00” adalah yang terbesar dalam 20 edisi terakhir balapan tersebut.
Rekan setimnya Jasper Philipsen yang finis ke-2, mengulangi double podium yang telah disegel Alpecin-Deceuninck pada tahun 2023. Sedangkan Mads Pedersen dari Lidl-Trek melengkapi podium ketiga.
Sebanyak 172 pembalap memulai balapan Paris-Roubaix edisi ke-121 pada pukul 11:26 waktu setempat, Minggu, (7/4).
Baca Juga: Push Bike Kunci Awal Menuju Budaya Bersepeda
Rute Paris-Roubaix menempuh jarak 259,7 km mulai dari Compiegne dan finis di Velodrome Andre Petrieux di Roubaix dengan 29 sektor jalan berbatu yang harus dilalui.
Pemenang tahun 2022 Dylan van Baarle (Visma-Lease a Bike) mengundurkan diri pada menit-menit terakhir, begitu pula Michael Vink dari Tim UEA dan Michael Morkov dari Astana Qazaqstan.
Artikel Terkait
Simulasi Usain Bolt dan Anjing, Siapa Tercepat?
Dedikasi Sabrina Ionescu pada Bola Basket Menginspirasi Rilisan Nike Sabrina 1
Liverpool Ditahan Manchester United, Persaingan Juara Liga Inggris Makin Ketat
Vigit Waluyo Divonis 5 Bulan Penjara karena Match Fixing Liga 2, Erick Thohir Belum Puas