Kecelakaan di kilometer 37 membuat Jonathan Milan (Lidl-Trek) dan Elia Viviani (Ineos Grenadiers) tidak bisa melanjutkan balapan. Demikian juga yang dialami Nils Politt (Tim UEA), Alberto Bettiol (EF), dan Laurenz Rex (Intermarche).
Serangan pertama oleh Van der Poel dimulai di Hutan Arenberg (Trouée d'Arenberg) ketika Mads Pedersen memimpin kelompok depan. Mathieu Van der Poel kemudian meluncurkan akselerasi yang kuat.
Jasper Philipsen, Mick van Dijke, dan Pedersen terus mengimbangi Van der Poel. Grup depan mengalami perubahan.
Tiga pembalap mengambil kesempatan untuk memisahkan diri. Stefan Kung (Groupama-FDJ), Nils Politt (Tim UEA Emirates) dan Gianni Vermeersch (Alpecin-Deceuninck).
Baca Juga: Paris 2024: Bangkitnya AI, Tayangan Ulang 3D, dan Produksi Otomatis 14 Cabor
Sekitar 60 km menuju finis, Van der Poel menyerang dan terus berakselerasi meninggalkan pesaingnya.
Pembalap Belanda itu dengan cepat membuat jarak yang cukup besar, mencatat waktu pada 3’00” dengan jarak tempuh 10 kilometer lagi.
Akhirnya Van der Poel berhasil masuk finis dan mempertahankan kemenangannya yang diperoleh tahun 2023.
Baca Juga: Kasus Match Fixing Liga 2 Mulai Jelas Ujungnya, Vigit Waluyo Cuma Dihukum 5 Bulan Penjara
Mads Pedersen, Nils Politt, Stefan Kung, Laurence Pithie dan Jasper Philipsen bertarung di sektor berbatu untuk memperebutkan dua podium tersisa.
Pithie tersingkir dari pertarungan dengan jarak tempuh 30 kilometer lagi, sedangkan Kung terjatuh di Gruson. Menjelang finis, Philipsen melakukan sprint yang tidak bisa dikejar Pedersen dan Politt.
Artikel Terkait
Simulasi Usain Bolt dan Anjing, Siapa Tercepat?
Dedikasi Sabrina Ionescu pada Bola Basket Menginspirasi Rilisan Nike Sabrina 1
Liverpool Ditahan Manchester United, Persaingan Juara Liga Inggris Makin Ketat
Vigit Waluyo Divonis 5 Bulan Penjara karena Match Fixing Liga 2, Erick Thohir Belum Puas